Berbicara tentang dunia seni dan budaya tidak pernah lepas dari kata pekerja seni dan juga panggung seni sebagai tempat berlangsungnya pertunjukan. Istilah panggung seni kemudian meluas menjadi kantong seni dan budaya ketika kita melihatnya sebagai lokasi yang sering menggelar kegiatan seni dan budaya yang mempertemukan pekerja, pemerhati, dan penikmat seni.
Menyoal tentang kantong seni dan budaya, Solo memiliki satu kantong seni dan budaya yang selalu hangat sejak 31 Oktober 2003 yaitu Balai Soedjatmoko. Balai yang beralamat di Jl Slamet Riyadi 284 Solo adalah sebuah bangunan kuno yang telah direnovasi dan diubah menjadi sebuah pusat apresiasi seni dan budaya oleh Group Kompas Gramedia.
Menilik dari sejarahnya, rumah ini dulunya adalah rumah milik Saleh Mangoendiningrat (dokter pribadi Paku Buwono X yang juga tercatat sebagai pendiri Universitas Cokroaminoto) yang kemudian dibeli oleh Group Kompas Gramedia.
Nama Soedjatmoko sendiri adalah nama salah satu anak Saleh Mangoendiningrat yaitu Soedjatmoko Mangoendiningrat. Dia adalah seorang intelektual yang besar namanya di dunia pendidikan baik di dalam dan luar negeri dan tercatat pernah tinggal di Solo.
Adalah masa pendudukan Jepang, tokoh kelahiran Sawahlunto, Sumatera Barat, yang juga akrab dipanggil Bung Koko ini pindah dari Jakarta ke Solo setelah dikeluarkan dari sekolah kedokteran. Dan di rumah bersejarah ini pula tercatat bahwa Soedjatmoko tinggal bersama keluarganya juga belajar dan memperdalam ilmu politik, sejarah, dan budaya.
Balai ini semakin aktif dalam kegiatan seni dan budaya ketika pada Januari 2009 tergabung bersama pengelola Bentara Budaya. Bentara Budaya sendiri adalah rumah seni serta galeri bentukan Kompas Gramedia dan sudah ada sejak 1982. Dan seperti yang dapat terlihat hingga hari ini, balai apresiasi seni dan budaya ini secara rutin menggelar kegiatan seni dengan program-progamnya yang melibatkan banyak seniman dan non seniman lokal di sekitar Solo.
Dengan tergabungnya dalam pengelolaan Bentara Budaya, balai ini juga sering menggelar kegiatan seperti pentas seni pertunjukan, pameran seni rupa atau fotografi, diskusi, bedah buku, workshop, dan lain sebagainya yang menjadi program Bentara Budaya dan melibatkan banyak seniman nasional bahkan dari luar negeri.
Bangunan yang berada di depan Toko Buku Gramedia Solo ini memiliki beberapa ruangan. Setidaknya ada tiga ruang yang sering digunakan untuk menggelar kegiatan dan satu kantor yang berada di depan. Selain di dalam ruang, banyak juga kegiatan yang digelar di luar ruang seperti di lokasi parkir.
Banyak pengunjung toko buku yang kadang tidak memperhatikan keberadaan balai ini karena letak bangunan ini mirip seperti ruang lobi toko buku. Selain itu, bangunan ini juga tidak tampak seperti sebuah galeri atau rumah seni karena halaman balai yang digunakan sebagai tempat parkir mobil dan juga sering digunakan untuk obral buku.
Untuk lebih lengkapnya, Balai Soedjatmoko Solo beralamat di Jl Slamet Riyadi 284 Solo. Nomor yang dapat dihubungi 0271 741990 dengan email balaisoedjatmoko@bentarabudaya.com. Ada juga Facebook Balai Soedjatmoko atau website resminya di balaisoedjatmoko.com.
Beberapa program rutin yang digelar tiap bulan di Bentara Budaya Solo adalah Klenengan Selasa Legen, Keroncong Bale, atau Parkiran Jazz.





[...] 2 Maret 2013, Sabtu, Reriungan Novel “Pulang” Leila S Chudori di Balai Soedjatmoko [...]