Jejer Wadon selaku komunitas pemerhati isu-isu yang bersangkutan dengan perempuan di Kota Solo memiliki cara berbeda dalam memperingati Hari Wanita Sedunia. Peringatan yang jatuh pada 8 Maret 2013 dipilih oleh komunitas ini untuk menggelar acara bertema pejuang wanita yaitu Pameran Foto Nona Djawa : Dibalik Rekruitmen Sistem Perbudakan Seksual Militer Jepang di Indonesia 1942-1945.
Pameran Foto Nona Djawa menyajikan gambar-gambar kehidupan 17 wanita Jawa yang pernah dijadikan “Ianfu” (perempuan muda yang dipaksa menjadi budak seks tentara Jepang) pada masa penjajahan Jepang. Gambar-gambar yang dibuat sejak 2011 oleh Meicy Sitorus itu memperlihatkan kondisi ke 17 wanita yang kini hidup di masa senjanya.
Kondisi mereka saat ini, sisi kehidupan yang mereka jalani sehari-hari, kehidupan sosial mereka, keluarga mereka, bagaimana mereka mengenang masa lalu mereka, hingga gambar-gambar napak tilas yang mereka lakukan bersama fotografer disajikan kehadapan pengunjung dalam puluhan bingkai foto yang dipajang di seluruh ruang pamer Balai Soedjatmoko.
Pendekatan berbeda coba dihadirkan oleh Meicy Sitorus ke hadapan pengunjung dengan meng-highlight tujuh sosok dari 17 wanita tadi. Tujuh cerita dari ketujuh wanita diangkat dalam caption-caption bersandingan dengan foto-foto mereka.
Dari tujuh cerita ini pengunjung disuguhi informasi yang dapat digali dan dipahami tentang sistem dan rencana yang digunakan penjajah kepada mereka yang dijadikan budak termasuk bagaimana mengatur keberadaan mereka yang diperlakukan sebagai “Ianfu” kala itu. Dari cerita ketujuh wanita ini pula pengunjung dibuat merinding mengetahui penghinaan dan rasa malu yang harus mereka tanggung karena disebut sebagai “Ianfu”.
Selain Pameran Foto Nona Djawa, rangkaian kegiatan Pemeran Foto Nona Djawa juga lengkap dengan diskusi foto yang dimoderatori oleh Doris Pandjaitan. Suasana pameran yang dibuka malam tadi (08/03/13) juga semakin meriah dengan kehadiran peneliti dan aktifis wanita, Kamala Chandrakirana.
Kamala Chandrakirana yang didaulat untuk membuka pameran saat memberikan pidato sambutan mengungkapkan sedikit tentang tujuan dari usaha mewujudkan pameran ini yang tidak lain adalah untuk memperbaiki dan mencegah kembali terjadinya pengekangan dan penindasan terhadap wanita dan tentunya sebisa mungkin mencegah munculnya “ianfu-ianfu” lain di Indonesia.
Selain tujuan itu, Pameran Foto Nona Djawa ini juga bertujuan untuk merubah sudut pandang masyarakat terhadap mereka yang pernah dan mendapatkan stereotype “Ianfu” di masa penjajahan. Hal ini tak lain karena “Ianfu” masih dipahami sebagai wanita penghibur semata. Padahal “Ianfu” adalah bentuk perbudakan seks yang tersistem dan terencana yang menindas ratusan mungkin ribuan wanita secara nyata dan sadis.
Selain rangkaian kegiatan yang berlangsung malam tadi, kegiatan lain juga akan kembali dihadirkan oleh Jejer Wadon pada Sabtu, 9 Maret 2013, di Balai Soedjatmoko. Kegiatan yang diagendakan adalah diskusi tulisan Nona Djawa mulai pagi jam 10.00 dan pemutaran film dokumenter “Nyah Kran Tawanan di Gedung Pajak” karya Becky Karina dan Ivan Meirizio mulai jam 19.00.
Bagi anda yang tertarik melihat karya-karya foto Meicy Sitorus yang mengangkat kisah pejuang-pejuang wanita yang berani mengungkapkan sejarah kelam penjajahan ini. Anda dapat mengunjungi Pameran Foto Nona Djawa di Balai Soedjatmoko hingga Minggu, 10 Maret 2012.




[...] tahu cara dan teknik berkebun? Gabung aja di komunitas Indonesia berkebun. Kalau anda berdomisili di Jogja, bisa gabung dengan komunitas Jogja Berkebun. [...]