Festival Film Solo 2013 Dibuka, Saksikan Film Pendek Terbaik Tanah Air

Pembukaan Festival Film Solo 2013 Teater Besar

Satu-satunya festival film nasional kota Solo akhirnya kembali digelar. Awal bulan Mei, persis dengan tagline mereka “Mei Ke Solo!”, bertempat di Teater Besar ISI Surakarta, Festival Film Solo 2013 (FFS 2013) resmi dibuka dengan pemutaran tiga film pembuka festival.

Ratusan penonton tampak menyesaki halaman lobi Teater Besar semalam (01/05/2013), menunggu dibukanya pintu pembukaan Festival Film Solo yang memasuki usia ketiga. Ramai penonton pembukaan FFS 2013 kemudian beralih ke dalam gedung pertunjukan sesaat setelah dibukanya pintu lobi.

Secara sederhana, pembukaan festival film pendek nasional itu dihadiri beberapa juri seperti Senoaji Julius dari kategori Gayaman Award. Hadir juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta, Widdi Srihanto, yang didaulat membuka festival dengan menyerahkan dua keris penghargaan kepada Direktur Festival, Ricas CWU.

Tak ingin berlama-lama, Direktur Festival dan Direktur Program, Bayu Bergas, memberikan sedikit sambutan sebelum akhirnya pemutaran tiga film pembuka festival dimulai. Dua film kategori Gayaman dan satu film kategori Ladrang.

189 film pendatar

Meskipun tidak sebanyak seperti tahun kemarin, tahun ini Festival Film Solo 2013 menerima 189 film fiksi pendek pendaftar. 158 film untuk kategori Ladrang Award dan 31 film untuk kategori Gayaman Award. Selain itu, tiga film dari kategori Ladrang juga dipilih sebagai tiga nominasi dalam program Tarung Solo! 2013.

Dari 158 film tadi, empat judul masuk menjadi nominator Ladrang dan Gayaman Award. Untuk Ladrang Award ada “Halaman Belakang” oleh Yusuf Radjamuda dari Palu, “Liburan Keluarga” oleh Tunggul Banjaransari dari Solo Boyolali Karanganyar, “On The Way” oleh Jeihan Angga dari Jogja, dan “Sinema Purnama” oleh Andra Fembriarto dari Pamulang.

Sementara untuk Gayaman Award ada “Asmaus Kronistus Nularus” oleh Dito Tunjung Parahyta dari Tangerang, “Hanacaraka” oleh Yasin Hidayat dari Purbalingga, “Lawuh Boled” oleh Misyatun dari Purbalingga, dan “Nitisara” oleh Rana Maulidia Hadi dari Batu.

Sedangkan tiga nominator Tarung Solo! 2013 ada “Diet Be4 Die” oleh Budi Pasadena, “Blipblip” oleh Bani Nasution (juara tahun lalu), dan “Damn It V” oleh Alvin Ramandey.

Bagi yang tertarik dengan film pendek, Festival Film Solo 2013 wajib menjadi daftar kegiatan yang harus dikunjungi tahun ini. Ratusan film pendek dari pelosok negeri setiap tahunnya ikut berkompetisi untuk menjadi yang terbaik di FFS. Seleksi ketat dilakukan untuk menjaring film terbaik yang juga akan diputar dalam program pemutaran. Dari program pemutaran film itu, anda pasti akan menemukan film pendek terbaik pilihan anda di FFS 2013.

“Saksikan film pendek terbaik tanah air di Festival Film Solo,” seperti yang dikatakan oleh Direktur Festival dalam festival.

Sponsored Links

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>