Grebeg Mulud. Sesuai namanya, grebeg yang merupakan ritual selamatan keraton ini digelar setiap tanggal 12 Rabiulawal atau tepat pada peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi). Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini merupakan tradisi terpopuler dari beberapa jenis grebeg lainnya. Diangggap paling berprospek, setiap digelarnya Grebeg Mulud ribuan pengunjung dari berbagai daerah selalu tumpah ruah di halaman Masjid Agung Surakarta.
Grebeg Mulud terakhir dilaksanakan adalah pada 24 Januari 2013 yang lalu. Sementara 12 Rabiulawal akan kembali jatuh pada 14 Januari 2014 yang akan datang. Pada pelaksanaan terakhir, ribuan pengunjung menyesaki Masjid Agung Surakarta, tumpah ruah di halaman masjid, dan bahkan membludak hingga jalanan di luar masjid.
Gunungan adalah maskot dari upacara tradisional Keraton Surakarta ini. Terdapat dua macam gunungan yang diarak dalam grebeg ini bersama dengan berbagai sesaji lainnya, gunungan lelaki dan perempuan. Gunungan lelaki berbentuk lingga terdiri dari hasil bumi seperti kacang panjang, cabai, dengan entho-entho di bagian atas. Sementara pada gunungan perempuan yang berbentuk yoni berisi berbagai makanan tradisional yang disusun layaknya bunga. Diantaranya adalah rengginang.
Dua jenis gunungan dan berbagai sesajian dalam grebeg diarak dari dalam kompleks keraton menuju serambi Masjid Agung untuk didoakan oleh Tapsiranom. Sesajian dalam upacara tradisonal yang juga menjadi puncak perayaan Sekaten ini kemudian akan dibagikan kepada ribuan pengunjung yang memadati kompleks masjid.
Tradisi Grebeg Mulud Keraton Surakarta masih dianggap sakral oleh banyak pengunjung yang selalu hadir setiap tahun. Gunungan yang dijadikan perebutan dianggap memiliki berkah bagi mereka yang berhasil mendapatkannya. Karena itu, prosesi pembagian gunungan selalu menjadi bagian paling seru, dramatis, sakral, sekaligus meriah dalam tradisi ini.
Bagi mereka yang ingin merasakan kemeriahan grebeg, maka wajib hadir sebelum jam 10. Karena lewat dari jam itu, ribuan orang sudah akan menyesaki halaman masjid. Kurang lebih pukul 10.30 rombongan abdi dalem pembawa gunungan akan memasuki kawasan masjid.
Menghadiri upacara ini memerlukan kehati-hatian ekstra. Selain kuat mental dan fisik untuk berdesak-desakan selama prosesi, panas matahari juga menjadi halangan tersendiri. Topi dan air minum layak dijadikan bawaan tak lupa juga handuk atau tisu. Yang paling penting, amankan barang berharga seperti dompet.
Sekali lagi, 12 Rabiulawal akan kembali jatuh pada 14 Januari 2014!
Simak berbagai jenis upacara tradisional lainnya di kota Solo dan sekitarnya yang sangat menarik dan wajib dikunjungi pada tautan berikut ini.

[...] Grebeg Mulud, Masjid Agung, Solo Tanggal 12 bulan Mulud. Bertempat di halaman Masjid Agung Keraton [...]