Mari Berwisata! Museum Keraton Surakarta, Museum Budaya Jawa

Museum Keraton Kasunanan Surakarta Museum Suaka Budaya

Tepat di tikungan Jalan Sindikora yang terletak di dalam kawasan Baluwarti, Keraton Kasunanan Surakarta, tampak selalu ramai penjaja suvenir, becak dan juga andong atau kereta kuda. Keramaian seperti ini selalu menghiasi kawasan itu hampir setiap hari kecuali pada Jum’at. Keramaian itu pula yang menjadi tanda bagi wisatawan untuk menemukan pintu masuk ke Museum Keraton Kasunanan Surakarta.

Museum yang buka setiap hari kecuali pada hari Jum’at ini tepatnya terletak di sebelah timur dari Kori Kamandungan dan Bale Roto. Sementara lokasi parkir dari lokasi wisata utama Keraton Surakarta ini berada di kawasan pelataran Kamandungan.

Berjalan hanya beberapa langkah dari lokasi parkir menuju pintu masuk dan melewati keramaian penjaja suvenir dan andong, pengunjung akan di sambut dengan patung Sinihun Pakubuwana X (Raja Pakubuwana X) saat memasuki kompleks halaman depan museum. Loket salah satu museum di Kota Solo yang paling ramai dikunjungi wisatawan ini dapat ditemui di pojok barat tepat di samping pintu masuk.

Patung Sinuhun Pakubuwono X Museum Suaka Budaya

Selain di loket ini, tiket masuk museum juga bisa didapatkan di loket yang terletak di lokasi parkir kendaraan.

Secara umum, kawasan yang dapat dikunjungi wisatawan di dalam Museum Keraton Surakarta terbagi ke dalam dua area. Area bangunan utama di sebelah barat dan timur. Di sebelah barat wisatawan akan dipandu untuk melihat beberapa bangunan inti keraton, sementara di sebelah timur wisatawan dapat melihat-lihat koleksi benda-benda budaya milik keraton.

Memasuki kawasan museum yang juga akrab dikenal dengan nama Museum Suaka Budaya ini pengunjung akan diarahkan menuju bangunan utama di sebelah barat terlebih dahulu. Untuk memasuki kawasan ini pengunjung biasa diminta untuk mematuhi beberapa tata tertib seperti tidak diperbolehkan memakai topi, kaca mata hitam, celana pendek, sandal dan jaket.

Bangunan Keraton Surakarta Kompleks Museum Keraton Surakarta

Pengunjung yang menggunakan sandal biasanya diminta terlebih dahulu melepasnya di pintu masuk menuju bangunan utama. Dari pintu masuk ini pengunjung akan disambut dengan halaman pasir yang rindang oleh pohon Sawo Kecik. Dari halaman ini pengunjung dapat melihat bangunan utama seperti Sasana Sewaka, Sasana Handrawina, Kori Srimaganti, dan Panggung Songgobuwono.

Sasana Sewaka adalah bagian penting dari bangunan Keraton Surakarta yang digunakan untuk menggelar Jumenengan atau perayaan ulang tahun kenaikan tahta. Sementara Panggung Songgobuwono adalah menara yang tampak gagah di belakang Bale Roto dan sering dijadikan simbol untuk menggambarkan Kota Solo atau juga Keraton Surakarta.

Objek Wisata Solo Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

*Terdapat kisah yang beredar di masyarakat bahwa menara ini adalah lokasi Raja melalukan semedi dan bertemu dengan Nyai Roro Kidul, penguasa Laut Selatan. Namun yang pasti menara ini difungsikan untuk mengamati aktifitas musuh di era kolonial dan merupakan bagian dari alat pertahanan keraton.

Di area ini juga pemandu wisata biasa memberikan informasi tentang mitos dan juga sejarah singkat tentang keraton. Informasi yang diberikan pastinya menarik untuk disimak. Setelah itu pemandu mempersilahkan wisatawan untuk berfoto, berkeliling, dan kemudian mempersilahkan pengunjung untuk menikmati koleksi museum di bangunan utama sebelah timur.

Bangunan utama sebelah timur yang dijadikan ruangan untuk Museum Keraton Surakarta ini adalah bekas bangunan kadipaten. Bangunan berbentuk letter “O” ini terbagi dalam beberapa ruangan yang membagi koleksi artefak dalam sembilan ruangan yang dapat dijelajahi pengunjung dengan berjalan berlawanan arah jarum jam.

Ruangan pertama berada persis di samping pintu menuju halaman pasir. Di dalam ruangan ini pengunjung dapat melihat koleksi lukisan beberapa raja Keraton Kasunanan Surakarta. Selain itu terdapat juga lukisan permaisuri raja besar Sinuhun Pakubuwono X.

Museum Keraton Surakarta Museum Suaka Budaya Solo

Ruang pertama ini tersambung ke ruang kedua yang menampung benda-benda bersejarah yang terbuat dari perunggu dan juga batu seperti arca. Beberapa alat-alat upacara agama juga dapat ditemukan di dalam ruangan yang juga tersambung ke ruang ketiga yang berisi perlengkapan dan juga adegan pernikahan Jawa.

Di ruang ketiga ini wisatawan akan disambut dengan patung kuda yang lengkap dengan dandanan dan aksesoris yang berada di dalam ruang kaca. Kuda seperti ini adalah kuda yang dinaiki oleh pengantin pria kerajaan.

Koleksi Benda Bersejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Ruang selanjutnya yang juga tersambung dengan ruang ketiga berisi adegan kesenian tradisional. Beberapa kesenian yang digambarkan disini seperti adegan pertunjukan wayang kulit, wayang beber, klenengan, dan beberapa kesenian daerah lainnya.

Ruang kelima masih berhubungan dengan ruang sebelumnya dimana di ruang ini dapat ditemukan beberapa benda seni dan juga gambaran adegan beberapa kesenian daerah. Selain kesenian, di ruang ini juga tampak beberapa adegan upacara adat seperti selamatan atau adegan budaya seperti pandai besi.

Sementara itu, diruang keenam pengunjung dapat menemukan alat-alat atau perlengkapan upacara adat hingga beberapa senjata tradisional dengan bentuk dan rupa yang unik.

Bergeser ke ruangan yang terpisah di sebelah timur pengunjung memasuki ruang ketujuh. Di dalam ruang ini beberapa kereta kerajaan yang tampak masih terawat dapat ditemui.

Koleksi Bersejarah Museum Keraton Surakarta Jawa Tengah

Pada ruang kedelapan pengunjung akan menemukan dayung dengan ukuran luar biasa besar yang dulunya merupakan bagian dari perahu di era raja terdahulu. Di sebelah dayung besar berjajar beberapa patung kepala raksasa sebagai hiasan perahu. Termasuk diantaranya adalah patung Rajamala yang terkenal.

Dari ruangan ini pengunjung akan memasuki ruang terakhir yang menyimpan koleksi senjata. Ruang Perang Diponegoro ini selain menyimpan diorama Perang Diponegoro juga menyimpan beberapa koleksi senjata menarik seperi pistol dan senjata laras panjang bergaya Eropa. Selain itu senjata seperti tameng, keris, panah, hingga tombak dapat dijumpai.

Museum Suaka Budaya atau Museum Keraton Kasunanan Surakarta adalah salah satu museum di Surakarta yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Karena selain menyimpan artefak, museum ini juga menggambarkan kebudayaan Jawa dari lukisan, foto, diorama, hingga patung. Karena koleksinya berharganya inilah banyak wisatawan asing tertarik untuk berkunjung dan mengenal kebudayaan lokal.

Selain itu, dengan mengujungi Museum Keraton Surakarta wisatawan juga dapat melihat beberapa bangunan inti keraton yang penting dan bersejarah. Melengkapi informasi tentang museum ini, berikut adalah daftar harga tiket masuk Museum Keraton Kasunanan Surakarta (2013) dan jam buka museum:

Jam buka museum:
Senin – Kamis: 9:00 – 2:00
Sabtu – Minggu: 9:00 – 3:00
Jum’at: Libur

Harga tiket masuk museum:
Domestik: Rp 10.000
Asing: Rp 15.000
Kamera: Rp 3.500

Selain museum ini, masih terdapat beberapa museum lain di Kota Solo dan juga kawasan Solo Raya. Temukan beberapa museum itu pada tautan berikut ini!

Sponsored Links

About Wawan Surajah

Memulai dari berita yang kecil, yang bisa menggelitik ketertarikan orang.

Trackbacks

  1. [...] Museum Radya Pustaka Jln. Slamet Riyadi 275 Surakarta 0271 712 734 2. Museum Keraton Surakarta - Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta 3. Museum Pura Mangkunegaran Pura Mangkunegaran Surakarta 4. Museum [...]

Speak Your Mind

*

Tweet