Melihat Jawa Dari Sudut “solid.states”

Cahaya lembut dari latar belakang menyeruak dengan sangat perlahan. Pelan dan pasti sesosok tubuh mulai terlihat berdiri di atas bidang persegi yang terus bergetar di tengah panggung. Lembutnya cahaya dari latar belakang memunculkan sosok tadi, Eko Supriyanto, sebagai sebuah siluet.

Eko Supriyanto muncul dalam sesi pertama karya terbaru koreografer Arco Renz asal Belgia berjudul solid.states. Dalam karya yang disebutkan sebagai bentuk stabil dan ketidakstabilan hubungan individu dengan budaya Jawa dalam dunia yang tidak stabil itu Eko banyak memunculkan gerakan dasar tari Jawa klasik seperti kengser, nyekithing atau ngepel yang dipadu dengan pola koreografi dan dramaturgi dari Arco Renz disepanjang sesi.

Selain melalui pola koreografi, ketidakstabilan dalam karya baru Arco Renz juga dimunculkan melalui pola dramaturgi, tata panggung, bidang persegi yang bergerak-gerak oleh Lawrence Malstaff, musik dari Marc Appart, dan juga tata cahaya dari Jan Maertens. Sedangkan kestabilan dalam karya ini dimunculkan melalui tari Jawa Klasik yang dianggapnya sebagai cara yang dibentuk oleh budaya Jawa dalam menciptakan kestabilan dalam ketidakstabilan tadi.

Dalam sesi kedua Melanie Lane penari asal Australia yang juga masih memiliki garis keturunan Jawa muncul menggantikan Eko. Pola koreografi yang ditunjukan oleh Melanie berbeda dengan pola gerak Eko meskipun bentuk gerak dasar tari klasik Jawa sedikit masih dapat terlihat seperti nyekithing dan mbaya mangap.

Berdiri di atas bidang yang sama dalam sesi kedua posisi bidang persegi itu berganti berlawanan dengan posisi pertama. Getaran yang dibuat bidang itu juga berbeda. Makin kencang hingga mampu menggerakan dan mengubah posisi bidang tersebut.

Tata lampu yang digunakan dalam sesi kedua juga berbeda. Dalam sesi ini terdapat adegan dimana Melanie disorot dengan beberapa lampu dari depan sehingga memunculkan beberapa baris bayangan rapi berwarna-warni di latar belakang. Sementara dalam adegan yang sama pada sesi Eko hanya ada satu bayangan yang muncul pada latar belakang.

Dalam karyanya koreografer tampak membedakan ketidakstabilan dalam bentuk pola koreografi dan dramaturgi dari kedua penari dalam dua sesi itu. Hal itu bisa jadi hasil dari penglihatannya atas hubungan pribadi yang berbeda oleh kedua penari dengan budaya Jawa. Eko Supriyanto seperti yang telah banyak dikenal adalah penari Jawa suskses sementara Melanie dari Australia memiliki garis keturunan Jawa dari ibunya.

Secara keseluruhan pola koreografi dalam solid.states dikomposisikan bersama pola dramaturgi yang kuat. Peran tata ruang yang terus bergerak, musik, dan tata cahaya menjadi hal yang tak kalah penting dengan gerak tubuh penari hingga menciptakan sebuah kesatuan utuh atau solid.states itu sendiri. Dari kesatuan itu pula penonton dapat menikmati dan menangkap konflik individu dari kedua penari Eko Supriyanto dan Melanie Lane.

Pertunjukan tari solid.states merupakan bagian dari Art Summit Indonesia 2013 yang juga digelar di Kota Solo tepatnya di kampus ISI Surakarta. Pentas karya baru Arco Renz ini sendiri digelar di Gedung Teater Besar ISI Surakarta pada Kamis malam, 24 Oktober 2013, dan disaksikan oleh ratusan pasang mata.

Sponsored Links

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>