Menebar Benih Seni Dan Budaya Dari Srawung Seni Candi Sukuh

Tidak mengherankan jika Candi Sukuh yang terkenal sebagai candi kesuburan dipilih untuk menjadi lokasi digelarnya Srawung Seni Candi, kegiatan seni oleh Padepokan Lemah Putih. Kegiatan yang memasuki tahun ke-9 pada tahun 2012 ini dibuka pagi tadi (31/12/2012) dan barulah selesai pada sore harinya. Puluhan seniman baik yang tergabung dalam kelompok seni, individu, atau kolaborasi masing-masing menampilkan garapan mereka di depan puluhan pengunjung yang menyaksikan pertunjukan dari tempat duduk yang sudah disiapkan panitia di kanan dan kiri jalan setapak menuju candi.

Kembali pada kenapa dipilihnya tempat ini untuk menggelar acara ini adalah untuk menyebarkan benih seni dan budaya dari tempat yang melambangkan kesuburan. Benih adalah sebuah hasil dari proses kesuburan yang akan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan pastinya juga akan bereproduksi kemudian turut menyebarkan benih yang menjadi bibit. Begitu pula harapan yang sama ditanamkan oleh panitia penyelenggara dimana kegiatan ini mampu menyumbang inspirasi dari kisah candi, alam di sekitar candi, serta adat budaya masyarakat sekitarnya.

Lebih dari itu, kegiatan yang rutin digelar tiap pergantian tahun ini juga diharapkan mampu menyumbang kekuatan daya tumbuh bagi kesenian dan kebudayaan Indonesia. Cerita tentang benih ini tidak lain hadir dari tiga penyaji yang tampil terakhir dalam pergelaran hari pertama Srawung Seni Candi #9. Estefania Pifano dari Venezuela beserta penyaji musik Misbach dari Makasar dan Algimiro Cesarino dari Venezuela berkolaborasi membawakan karya berjudul “Benih Angin”. Karya ini merupakan ungkapan gerak, imaji, dan musik yang terinspirasi dari relief candi. Berkisah tentang proses kesuburan juga digabung dengan fenomena penyebaran benih oleh angin yang kemudian menciptakan alam.

Bersamaan dengan berakhirnya penampilan mereka, ratusan bibit tanaman yang menjadi penghias candi dibagikan kepada para pengunjung secara cuma-cuma. Dan begitulah, antara cerita relief candi dengan karya berjudul “Benih Angin” kemudian bibit pohon. Tanpa mengecilkan pergelaran hari kedua yang baru akan berlangsung hari ini, pementasan hari pertama Srawung Seni Candi #9 sudah begitu memberikan rasa bagaimana kegiatan ini memberikan gaung yang tak hanya terikat pada bidang kesenian tetapi juga budaya.

Bibit pohon menjadi sebuah representasi sempurna yang dengan tepat dipilih untuk menyebarkan benih dari apa yang diinspirasi oleh candi kesuburan. Dan hari pertama Srawung Seni Candi Sukuh adalah mengenai menyebar benih, menyebar bibit, menyebar seni dan budaya, menyuarakan kelestarian seperti lestarinya Candi Sukuh dan lingkungan alam dan masyarakat disekitarnya.

About Wawan Surajah

Memulai dari berita yang kecil, yang bisa menggelitik ketertarikan orang.

Speak Your Mind

*

Tweet