Para pecinta musik blues kota Solo kini boleh berbangga diri. Malam Sabtu kemarin (25/05/2013), bertempat di halaman Balaikota Surakarta, musik blues, yang berakar dari komunitas Afro-America, kini telah mendapatkan “panggung” tersendiri di kota Solo dalam sebuah festival yang bertajuk Solo Blues Festival 2013.
Kota Solo sebagai Kota Pertunjukan sebelumnya telah berhasil mengangkat musik etnik, jazz, serta keroncong ke atas panggung festival yang rutin digelar setiap tahun. Bahkan, para pecinta musik rock di kota ini telah berhasil menggulirkan Rock in Solo, festival musik metal, sejak tahun 2004.
Dalam festival yang digelar perdana Jum’at kemarin, berbagai kelompok musik blues yang tidak hanya datang dari kota Solo ikut hadir memeriahkan festival. Kelompok-kelompok dari Jogja, Malang, Semarang, dan Bandung juga turut hadir dalam Solo Blues Festival 2013 yang memang digelar secara festival, dari siang hingga malam hari.
Memeriahkan pergelaran festival adalah sajian dari Aero Blues, The Mesial Trio, Jack n Wains, Red, White & Blues dari Amerika dan Adrian Adioetomo. Mereka, masing-masing membawakan tiga hingga lima judul lagu tampil pada sesi puncak acara yang berlangsung malam tadi. Selain itu ada juga penampilan dari The Brown (Because Rainy Only Weekened Noise), Stuntmen (Defender of Rock), Os Blues, Java Blues serta Rara n Friends dari Jakarta.
Sambutan atas pergelaran perdana Solo Blues Festival 2013 ternyata cukup positif. Dengan duduk berlesehan, ribuan pengunjung festival menyaksikan sajian dari para penyaji dengan tertib. Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang juga hadir malam tadi tidak hanya menyampaikan pesan untuk mendukung keberadaan berbagai jenis musik yang ada di kota Solo saja. Dalam kesempatan yang jarang, Walikota Solo itu ikut ambil bagian dalam festival dengan menyanyikan sebuah lagu dari Koes Plus, “Termenung Lesu”.
Nada positif juga bisa dirasakan dari komentar pengunjung yang hadir dalam Solo Blues Festival 2013. Bramantio yang hadir bersama dengan keluarganya misalnya, pria yang mengaku menyukai aliran musik ini berharap festival musik blues di kota Solo akan digelar rutin setiap tahunnya. Saat dimintai komentar dia mengatakan, “Semoga saja festival ini bukan yang pertama dan yang terakhir.”



Leave a Reply