Seniman Belia Miliki Sendratari Ramayana Balekambang

Pernahkah anda menyempatkan diri menyaksikan Sendratari Ramayana Balekambang? Bagi anda yang pernah hadir secara langsung menyaksikan hiburan seni yang digelar tiap Jum’at malam bulan purnama ini tentu tidak akan kaget melihat aksi puluhan penari belia yang beraksi memenuhi Panggung Terbuka Taman Balekambang. Karena justru mereka lah salah satu bagian yang menarik perhatian sebagian pengunjung yang tidak hanya berasal dari usia dewasa tetapi juga anak-anak.

Seperti yang terjadi dalam pementasan Sendratari Ramayana Balekambang malam tadi (05/10/2012) yang dibawakan oleh Sanggar Eka Santi. Dalam pementasan yang membawakan cerita penuh kisah Ramayana malam tadi, dapat dilihat bagaimana penampil-penampil usia remaja dari Sanggar Eka Santi Budaya didaulat untuk memerankan tokoh-tokoh utama cerita pewayangan. Selain para remaja ini tampil pula rombongan penari-penari belia yang berperan sebagai pasukan kera yang dipimpin oleh tokoh Anoman.

Sebagian dari mereka tampak bingung dalam mengatur gerakan sehingga harus menengok pada teman-teman di sebelahnya. Ada juga yang fasih bergerak memimpin teman-temannya. Yang menjadi perhatian penonton adalah seorang penari belia yang tampak paling mungil di antara rombongan pasukan kera itu. Penari kecil ini tampak cuek meskipun ada ratusan pasang mata yang menyaksikannya menari bersama teman-temannya. Dia tak hanya melompat, berguling, dan berlari saja tetapi juga sesekali menaikkan celananya yang terlihat melorot karena kebesaran. Aksi si mungil ini pun mengundang tawa dari penonton yang menyaksikannya beraksi. Namun hal itu pun tidak menyurutkan aksinya hingga rombongan penari belia ini meninggalkan panggung.

Para penampil-penampil belia ini tidak hanya tampil malam ini saja. Jika ditilik dari pertama kali Sendratari Ramayana Balekambang digelar di Taman Balekambang, para penari belia ini selalu ambil bagian dalam tiap kesempatannya. Sendratari yang secara bergantian diisi oleh sanggar-sanggar seni dari Kota Solo ini memang selalu mengikut sertakan anggota sanggar yang berusia dini dalam penampilan mereka. Hal ini sesuai dengan tujuan yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Surakarta dimana Sendratari Ramayana Balekambang selain digelar untuk menarik wisatawan tetapi juga untuk mengembangkan seni budaya tari di Kota Solo. Dan jika dilihat hingga pergelarannya malam tadi, terlihat bagaimana seniman-seniman belia ini ikut ambil bagian dari pengembangan seni tari dan juga ikut memiliki sendratari yang rutin digelar gratis itu.

About Wawan Surajah

Memulai dari berita yang kecil, yang bisa menggelitik ketertarikan orang.

Speak Your Mind

*

Tweet