Candi Sukuh adalah sebuah situs bersejarah peninggalan masa Jawa – Hindu dari abad 15 yang berlokasi di Ngargoyoso Karanganyar. Situs ini memiliki relief yang berbeda dari candi-candi lain yang bisa kita temui, dimana gambaran tentang kehidupan sebelum kelahiran dan edukasi seksual terlihat jelas menjadi tema besar dari kawasan yang berada di ketinggian 910 meter di atas permukaan air laut ini. Karena itu candi ini sering dikenal sebagai candi eksotik kaki Gunung Lawu.
Selain Candi Sukuh kita juga dapat menemukan beberapa candi lain yang tersebar di kawasan Gunung Lawu yang secara resmi sejak 2005 ditetapkan menjadi Taman Budaya Gunung Lawu oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Kekayaan budaya kawasan ini juga dapat dilihat dari banyaknya upacara adat yang sering digelar oleh masyarakat yang meninggalinya seperti upacara adat Wahyu Kliyu, Patra Dita, Pasar Kumandang, Mandasiya, atau Surya Jawi.
Kekayaan budaya serta kekayaan alam yang dimiliki kawasan inilah yang kemudian menginspirasi terselenggaranya kegiatan Srawung Seni Candi yang digelar di kawasan Candi Sukuh. Selain itu, Srawung Seni Candi diharapkan juga dapat menyumbangkan kekuatan daya tumbuh bagi kesenian dan kebudayaan Indonesia. Dan hal itu makin terasa dalam Srawung Seni Candi #9 yang akan digelar dipenghujung 2012 dan awal 2013 karena akan diikuti oleh berbagai kelompok kesenian atau seniman, baik dari dalam serta luar negeri.
Kegiatan yang digelar oleh Padepokan Lemah Putih ini juga menyuratkan rasa gotong royong serta komunikasi yang akan terjalin antara penampil dengan penonton serta penikmat. Dan melalui kegiatan ini semua peserta mampu mendapatkan inspirasi dari cerita relief, arsitektur alam dan adat masyarakat setempat.
Kegiatan ini terbuka bagi umum alias gratis. Pengunjung hanya cukup membayar bea masuk lokasi wisata seperti biasanya dan tidak akan dipungut kembali biaya untuk menyaksikan pertunjukan. Puluhan penyaji akan meramaikan kegiatan ini dan terbagi dalam dua sesi selama dua hari penyelenggarakan. Untuk jadwal lebih lengkap dapat dilihat pada jadwal acara di bawah ini:
Senin, 31 Desember 2012
09.00 - 09.30 Topeng Ireng Kridho Mudo (Boyolali)
09.30 - 10.00 Reyog Singo Taruno Joyo (Prayunan - Solo)
10.00 - 10.15 Pembukaan, Tumpengan diiringi Sitras Anjilin (Magelang)
10.15 - 10.40 Suprapto Suryodarmo (Solo)
10.40 - 11.05 Djarot BD (Solo)
11.05 - 11.30 Brandon Yu (Amerika) dan Lawe (Bandung)
11.30 - 11.55 Martinus Miroto (Yogyakarta)
11.55 - 13.00 Istirahat
13.00 - 13.25 Norisham Osman (Singapura)
13.25 - 13.50 Laura O’Brien (Irlandia)
13.50 - 14.15 Hinaq Denga’n (Kalimantan)
14.15 - 14 40 David Chotjewitz (Jerman)
14.40 - 15.05 Eko Supriyanto (Solo)
15.05 - 15.30 Sri Mulyani (Jawa Timur)
15.30 - 15.55 Dapur Seni (Jepara)
15.55 - 16.20 Estefania Pifano (Venezuela)
16.20 - 16.45 Saka Galeri (Solo)
16.45 - 20.00 Istirahat
20.00 – selesai Malam Tirakatan, bersama HPK Surakarta dan Paguyuban Purnomo Sidi Pusat Surakarta
Selasa, 1 Januari 2013
09.00 - 09.35 Lesung Tawangsari (Majasanga - Solo)
09.35 - 10.10 Kelompok Sunya (Bandung - Jakarta)
10.10 - 10.35 Chan Sze-Wei (Singapura)
10.35 - 11.00 Diane Butler (Bali - Amerika)
11.00 - 11.25 Fitri Setyaningsih (Yogyakarta)
11.25 - 11.50 Audrey Gyurgyik (Amerika)
11.50 - 13.00 Istirahat
13.00 - 13.25 Muslimin BP (Solo)
13.25 - 13.50 Karolina Nieduza (Polandia)
13.50 - 14.15 Danang Pamungkas (Solo)
14.15 - 14.40 Lynda Bransbury (Inggris)
14.40 - 16.40 Ketoprak Ngampung (Solo)

