Setelah terakhir kali tampil dalam sebuah projek bersama mahasiswa Program Studi Televisi dan Film ISI Surakarta pada awal tahun ini, Teater Dong SMA Negeri 7 Surakarta kembali akan menyuguhkan sebuah garapan pada Sabtu, 15 Juni 2013, nanti. Masih bersama sutradara sekaligus mentor mereka, Didik Pandji, Teater Dong akan membawakan naskah berjudul Barisan Terik Tempe karya Joko Bibit Santoso.
Pimpinan produksi Teater Dong, Harris Kurniawan, saat dihubungi kemarin menjelaskan bahwa pentas mereka nanti akan menjadi pementasan yang akan mudah dipahami oleh penonton. Hal itu tak lain karena target penonton pertunjukan mereka tak lain adalah anak-anak seusia anggota Teater Dong yang masih duduk di bangku SMA.
“Yang penting kita menampilkan pementasan yang mudah dipahami oleh penonton, karena target penonton adalah anak SMA yang kebanyakkan awam dengan pementasan teater,” terang Harris.
Harris juga menjanjikan bahwa naskah Barisan Terik Tempe karya Joko Bibit Santoso akan sangat menghibur. Selain isi cerita sendiri yang sangat menarik, dalam naskah ini juga terdapat sindiran-sindiran kepada pemerintah dan juga dianggap pas dengan kondisi zaman saat ini.
Naskah Barisan Terik Tempe sendiri mengisahkan tentang lima orang anak yang kebingungan mencari tempat bermain dan cara baru untuk bermain. Hal itu tak lain karena banyak media permainan anak-anak yang sudah hilang. Seperti lahan bermain yang sudah berubah menjadi gedung-gedung besar. Sungai yang sudah tercemar limbah. Pohon-pohon besar yang sudah ditebangi.
Jika tertarik untuk menyaksikan, pertunjukan drama Barisan Terik Tempe akan digelar di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, pada Sabtu, 15 Juli 2013. Pementasan drama ini akan dimulai dari jam 7:00 malam dengan tiket seharga Rp 10.000 (pre-sale Rp 7.000).


Leave a Reply