Julungan adalah nama yang berasal dari wuku Julung Wangi, salah satu nama wuku atau siklus waktu yang berlangsung 30 minggu dalam sistem kalender yang berlaku di Jawa dan Bali. Julungan yang digelar setiap satu kali dalam tujuh bulan ini merupakan satu dari beberapa upacara adat bersih desa yang tersebar di Kecamatan Tawangmangu yang berada di lereng Gunung Lawu, Karanganyar.
Tradisi bersih desa Julungan hingga saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat lokal Desa Kalisoro Tawangmangu. Desa yang terkenal dengan Bumi Perkemahan Sekipan Kalisoro ini rutin menggelar ritual yang dimaksudkan untuk memohon kemakmuran, keselamatan, dan ketentraman kepada Tuhan di lokasi punden desa setempat yang dipercaya sebagai punden leluhur mereka, Kyai Honggodito.
Prosesi slametan atau selamatan di kawasan ini adalah salah satu jenis upacara adat yang masuk dalam potensi wisata budaya berupa upacara adat Kabupaten karangayar. Karena itu, upacara adat Julungan kini dikemas dalam sebuah kegiatan yang berpotensi menarik perhatian wisatawan dan tidak hanya berwujud kegiatan selamatan berupa kendurian saja.
Prosesi upacara bersih desa Julungan
Saat ini prosesi tradisi bersih desa di Desa Kalisoro telah dikemas dalam sebuah kirab budaya. Masyarakat lokal tidak hanya mengadakan bersih pepunden dan menggelar selamatan berupa kendurian di lokasi punden saja.
Prosesi bersih desa Julungan dimulai dengan kerja bakti membersihkan lingkungan desa dan juga pepunden. Setelah semua persiapan lengkap. Prosesi pertama dalam puncak acara upacara adat Julungan adalah kirab budaya. Dalam kirab ini warga akan mengarak berbagai jenis uba rampe sesajian seperti nasi gurih, ingkung ayam, sambal goreng, hingga buah-buahan seperti pisang.
Tak lupa juga, seperti dalam tradisi kirab budaya lainnya warga juga mengusung bermacam hasil bumi untuk dikirab menuju pepunden desa. Sementara untuk peserta kirab datang dari berbagai kelompok. Dari warga setempat hingga kelompok hiburan tradisional turut dalam kirab untuk meramaikan acara.
Sesampainya di pepunden desa, seluruh uba rampe sesaji terlebih dahulu akan didoakan. Selesainya sesi doa di punden ini menjadi puncak prosesi bersih desa Julungan karena setelah itu warga akan berebut seluruh sesajian berupa kenduri dan juga hasil bumi.
Waktu penyelenggaraan dan lokasi bersih desa
Upacara adat bersih desa di Kalisoro rutin digelar setiap Selasa Kliwon pada wuku Julung Wangi dalam kalender Jawa. Pada tahun ini, malam Selasa Kliwon atau Senin Wage malam Selasa Kliwon akan jatuh pada Senin Wage, 8 Oktober 2013!
Desa Kalisoro berlokasi di sisi utara dan selatan jalan Tawangmangu - Magetan, sekitar satu atau dua kilometer dari gang masuk menuju Objek Wisata Grojogan Sewu. Lokasi ini dengan mudah anda tempuh baik menggunakan kendaraan bermotor pribadi atau angkutan umum. Perjalanan dari Kota Solo memakan waktu sekitar 1,5 jam.
Info penting nomer telepon Kantor Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, 0271 - 697001!
Selain tradisi Julungan di wuku Julung Wangi, Kecamatan Tawangmangu masih memiliki beberapa tradisi unik seperti yang digelar pada wuku Mondosiyo dan juga Dukut. Temukan juga berbagai tradisi lainnya pada tautan berikut ini!
Julungan derives from the name of the ninth week in Javanese old time cycles, calendar, Julung Wangi. The ceremony of Julungan is a traditional ceremony of people in Kalisoro village at Tawangmangu, Karanganyar regency, Central Java province. Julungan ceremony is just one of many ceremonies that live among locals in the slope of Lawu Mountain (3.265 m).
The intention is to ask prosperity, welfare, and peace to God. Using offerings as media, locals hold the ceremony at the sacred place of the village. Locals believe that the soul of Kyai Honggodito, their ancestor, is still living in that place.
Nowadays, the traditional ceremony has changed its form. Locals not only commemorate the holy Tuesday in Julung Wangi week with rituals. Now the ceremony has been changed into a cultural carnival where additional performances and rituals were added to attract tourists.
The procession starts in the early morning where villagers clean up their neighborhood and the sacred place. After that, locals start to prepare the carnival. In the carnival there will be groups of traditional dancers and performers. Locals will also parade a cone-shaped offering which is compiled from vegetables and fruits taken from their fields in the carnival.
All the participants walk along the route to reach the sacred place. There they start to prepare all the needs of the ceremony. Offerings which are consisted of rice, chicken, fruits, flowers, water, and others are prepared in the area. Elders lead the ceremony by chanting hopes and wills in Javanese. And as the elders finish with the rituals they start to distribute offerings to every participants.
When and where?
Tuesday of Kliwon (Javanese day) at Julung Wangi week is the selected time to do the ceremony. Tuesday of Kliwon at Julung Wangi week (this year) could be translated as October 9th, 2013!
Kalisoro is a village in the slope of Lawu Mountain. This area is included in the sub district of Tawangmangu, Karanganyar regency, about 1,5 hours trip from Solo, Surakarta, or 3 hours from Jogja.
Editor: Adi Kusuma FA


[...] 26. Upacara Bersih Desa Julungan Warga Desa Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar [...]