Wisata Kuliner! Legit Legit Alot Jenang Sekaten - Iconic Food of the Commemoration of Prophet’s Birth

Tradisi Sekaten di Kota Solo tidak hanya menyuguhkan tontonan berupa wahana permainan atau upacara adat khas Sekaten saja. Di antara keramaian Sekaten kita selalu dapat menemukan sajian khas Sekaten lainnya seperti permainan anak atau makanan khas Sekaten.

Jajanan khas Sekaten selain murah juga enak untuk cemilan sembari berjalan-jalan di keramaian. Selain itu, jajanan Sekaten juga menjadi sangat khas karena sering dibeli hanya pada saat Sekaten digelar saja. Jenang Alot atau Jenang Kelapa atau Jenang Sekaten contohnya, makanan khas Solo yang legit dan alot ini seperti menjadi nostalgia bagi mereka yang kangen dengan suasana Sekaten.

Jenang Sekaten yang terbuat dari bahan berupa tepung gaplek, gula Jawa, dan irisan kelapa ini adalah makanan khas Sekaten yang digemari kalangan berumur. Seperti sesepuh di kampung sebagai contoh. Setiap Sekaten tiba tak lupa mereka selalu meminta anaknya untuk membelikan jenang. Setelah sampai di rumah jenang akan disantap bersama dengan teh panas. Tak lupa mereka akan selalu bercerita tentang Sekaten di masa mereka muda dulu.

Bagi mereka yang belum pernah mencicipi jenang, cemilan khas Sekaten ini memiliki rasa yang kurang lebih mirip dengan dodol. Toh, proses memasak dodol dan jenang juga sama, sama-sama memakan waktu yang lama.

Legit, begitu manis dan kenyal serta lengket adalah rasa khas ketika menyantap jenang. Rasa gurih juga muncul dari makanan yang dioleh kurang lebih selama 24 jam ini. Sedikit minyak dioleskan pada plastik bening pembungkus jenang agar tidak lengket. Sementara irisan kelapa dapat anda temui di dalam jenang yang berwarna coklat pekat.

Jenang Sekaten dijual dalam ukuran yang berbeda-beda. Ada irisan kecil, sedang, dan besar. Harga tiga irisan kecil berukuran kurang lebih 10 x 15 cm adalah Rp 10.000 (tanpa ditawar). Dengan sedikit rayuan, pedagang pasti mau menurunkan harganya.

Anda dapat menemukan pedagang jenang di antara keramaian Sekaten. Atau, yang paling khas adalah pedagang jenang selalu dapat ditemui di depan Masjid Agung Surakarta. Selain jenang, kuliner khas Sekaten yang bisa dibeli adalah cabuk rambak, sego liwet, brondong, martabak, gulali, arum manis, cak kwe, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk lebih nikmatnya, silahkan coba langsung di Sekaten. Mari berwisata kuliner!

Special occasions are always marked with special foods. Food is like an emblem to a special event, moreover, it could be the icon of the event.

Sekaten or the commemoration of the Prophet Muhammad SAW’s birth also has an iconic food called Jenang Sekaten (brown sweet chewy cake made of tapioca starch). This sweet traditional cake could only be found during the commemoration of the Prophet’s birth. It will be easily found in front of the Grand Mosque of Surakarta or in the commemoration fair at the Northern Square of Kasunanan Surakarta Palace.

Jenang Sekaten is made of cooked tapioca starch with palm sugar as it’s sweeter and coloring. It takes at least 24 hours cooking process. Sliced coconut is added in the mixture while it is being cooked. The sliced coconut is the savory of the sweet sticky cake.

Seller usually sells their cake wrapped in plastic and oiled with cooking oil. Cooking oil is used because the sliced cake will be so sticky. The Sekaten cake is sold in different sizes. The smallest piece is about 10 x 15 cm and sold for Rp 3.000.

The best way to eat the traditional cake is by serving it with a cup of hot tea or coffee. The warmth of tea or coffee will be the best companion which balances the sticky, chewy, and sweet taste of the cake.

Sponsored Links

About Wawan Surajah

Memulai dari berita yang kecil, yang bisa menggelitik ketertarikan orang.

Speak Your Mind

*

Tweet