Seperti nama yang diberikan pada karya tari berdurasi 20 menit ini, A Part of Passion memang benar adalah bagian dari karya utuh berjudul “Passion” karya koreografer Danang Pamungkas. Bagian utuh itu sebelumnya pernah dipentaskan dua kali pada tahun 2010 hingga kemudian Danang membawakan kembali dalam potongan-potongan karya utuhnya itu dalam A Part of Passion pada pentas tari kolaborasi Angin Pagi Di Persimpangan pada Jum’at malam (15/03/2013) di Teater Arena Solo.
Penari yang pernah mencari pengalaman profesional selama tiga tahun di Taipei ini membius pengunjung pertunjukan tari kolaborasi itu dengan gerakan-gerakan lembut hingga cepat mantap disajikan bersama iringan musik orkestra dari George Bizet serta Alain Lombard and Orchestre.
A Part of Passion dari Danang Pamungkas dikemas dengan beberapa properti berupa pakaian keseharian. Dari kemeja, kaos, celana, baju hangat, hingga syal.
Danang sendiri membuka A Part of Passion dengan memunculkan dirinya dari gelapnya panggung. Membentuk posisi tubuh membungkuk. Dengan hanya mengenakan celana. Tubuhnya kemudian bergerak seperti merespon pada sesuatu dari dalam dirinya. Gerakan penari itu kemudian berubah. Berlarian ke segala arah dan terkadang terjatuh bersamaan dengan musik yang berhenti dan bangun lagi saat musik dimainkan.
Satu persatu pakaian tadi mulai dikenakannya. Dimulai dari kemeja yang berada di tengah panggung lalu pakaian lainnya yang tersebar di berbagai arah. Dengan berlarian layaknya membelah panggung dia mulai menemukan satu persatu bagian dari keutuhan itu.
Karya tari Passion sendiri mengangkat cerita tentang usaha yang dilakukan seseorang saat menghadapi masalah. Seperti terlihat dari gerakan berlariannya saat mengambil tiap helai pakaian yang dikenakannya dan sebelum dia melakukan gerakan yang membelah perhatian penonton itu.






Leave a Reply