Siang ini (11/11/2012), Bengawan Solo Gethek Festival 2012 atau BSGF 2012 kembali digelar di sepanjang Sungai Bengawan Solo dengan jalur Kampung Ngepung, Semanggi, hingga Taman Ronggowarsito, Jurug. Dangkalnya air Sungai Bengawan Solo membuat BSGF 2012 terlihat berbeda dengan festival pada tahun sebelumnya. Namun, hal itu tidak menyurutkan minat peserta dan warga untuk ikut memeriahkan festival alat transportasi tradisional ini.
Belasan perahu tradisional atau gethek yang dihias secara unik menyusuri Sungai Bengawan dari titik start Kampung Ngepung dan finish di Taman Ronggowarsito. Jumlah peserta yang menurun drastis dalam penyelenggaraan tahun ini tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berbondong-bondong menyaksikan festival ini. Meskipun jumlah peserta berkurang, namun hiburan kesenian di beberapa titik pinggiran sungai justru meningkat pada penyelenggaraan BSGF tahun ini.
Sejumlah hiburan berupa kesenian memang sudah disiapkan di beberapa titik. Seperti di Kampung Ngepung digelar pasar seni lengkap degan panggung kethoprak pada malam sebelumnya. Di lokasi lain yaitu Kampung Sewu, Grebeg Apem Sewu diadakan secara bersamaan dengan festival gethek. Sementara di titik finish sendiri pengunjung menikmati hiburan Reog sembari menunggu datangnya rombongan peserta festival.
Kemeriahan festival semakin terasa di titik finish ketika rombongan peserta mulai terlihat di kejauhan. Pengunjung festival pun berpindah dari Taman Ronggowarsito menuju tepian sungai untuk melihat dari dekat. Rombongan gethek dipimpin oleh gethek yang berhiaskan hasil bumi yang ditumpangi oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo. Di belakang gethek Walikota Solo beberapa gethek lain yang berisi rombongan penari dan gethek yang berisi pemain musik keroncong tak luput menyita perhatian warga. Namun, tetap saja gethek yang berisi hasil bumi jadi serbuan warga untuk sekedar dapat bersalaman dengan Walikota Solo atau memperebutkan hasil bumi seperti jagung, semangka, pisang, nanas, dan lain-lainnya.
Festival Gethek Bengawan Solo atau Bengawan Solo Gethek Festival masuk dalam kalender agenda budaya Kota Solo bersama Gunungan Charity Boat Race. Kedua festival ini merupakan festival yang memanfaatkan aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Selain itu kedua festival ini juga ingin menaikan kesadaran warga untuk menjaga kelestarian ekosistem Sungai Bengawan Solo. Sementara itu, pada tahun ini BSGF 2012 mengangkat tema “Jogo Tirto Cintaku Sungaiku”. Selain mengangkat tema kelestarian sungai, penyelenggara juga berharap masyarakat secara lebih lagi dapat memanfaatkan Sungai Bengawan Solo.

Leave a Reply