• Home
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Twitter
  • Facebook
  • RSS

CHIC:ID

Nikmati Siklus Hidupmu

  • Wisata
  • Tradisi dan Budaya
  • Agenda Acara Kota Solo
  • Seni dan Pertunjukan
  • Fotografi
  • Musik
Beranda - Tradisi dan Budaya - Bulan Ruwah, Warga Cepogo Kembali Jalankan Tradisi Sadranan

Bulan Ruwah, Warga Cepogo Kembali Jalankan Tradisi Sadranan

June 25, 2013 by Wawan Surajah Leave a Comment

Tradisi Sadranan Cepogo Desa Sukobumi Bulan Ruwah

Menginjak pertengahan bulan Ruwah, bulan sebelum bulan puasa umat Islam, atau tepatnya pada tanggal 16 bulan Ruwah, warga Desa Sukobumi, Kecamatan Cepogo, Boyolali kembali menjalankan tradisi ratusan tahun warisan leluhur mereka. Tradisi Sadranan yang sudah berjalan turun temurun kembali digelar pagi tadi (25/06/2013) di beberapa pemakaman desa setempat.

Waktu belum menunjukan pukul enam pagi, beberapa warga Sukobumi, terutama warga laki-laki, tampak sibuk membersihkan pemakaman. Persiapan tampak di area pemakaman Purolayo dan Gunung yang terletak di desa yang berada di depan Pasar Cepogo itu. Bahkan, di makam Puroloyo warga memasang umbul-umbul di sepanjang jalan menyusuri makam.

Dengan menggunakan cangkul, sabit, dan sapu mereka bergotong royong membersihkan makam pendahulu mereka. Sekitar satu jam mereka membersihkan makam, satu persatu dari warga tadi kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan acara puncak tradisi Sadranan yang berlangsung dari jam 08.30 di lokasi yang sama.

Tradisi Sadranan Bulan Ruwah Desa Sukobumi Cepogo

Mendekati jam pelaksanaan, warga mulai berbondong-bondong kembali ke area pemakaman. Kali ini bukan hanya warga laki-laki saja tetapi juga anak-anak dan juga para wanita. Kedatangan untuk yang kedua kali ini mereka tidak membawa cangkul atau sabit yang tadi mereka gunakan. Kali ini mereka menyunggi tenong, wadah makanan berbentuk bulat besar, yang menjadi khas dalam tiap pelaksanaan tradisi Sadranan di Desa Cepogo.

Tak selang berapa lama, warga yang mengikuti tradisi Sadranan Cepogo sudah memenuhi halaman pemakaman yang sudah dipasangi peneduh. Tenong-tenong berisi berbagai jenis makanan masih tertutup rapat dan berjajar rapi dari ujung timur halaman hingga ujung barat.

Sadranan Cepogo 16 Bulan Ruwah Makam Puroloyo

Sebelum dimulainya kegiatan, warga yang hadir menyempatkan diri untuk mengunjungi makam leluhur dan berdoa. Kemudian mereka akan mengikuti kegiatan inti yang berupa pembacaan silsilah ulama yang dimakamkan di pemakaman Puroloyo dan kegiatan doa atau dzikir dan tahlil. Kegiatan yang terakhir sekaligus puncak acara adalah sedekah sadranan.

Begitu selesai dengan doa, warga yang sudah berbekal tas plastik membuka tenong dan mulai menyerbu isinya. Buah-buahan, jajan pasar, hingga berbagai jajanan warung menjadi rebutan warga yang hadir. Tak berselang lama, seluruh tenong kosong dan warga pun langsung meninggalkan lokasi pelaksanaan.

Potensi Wisata Budaya Tradisi Sadranan Cepogo Boyolali

Ditemui selepas berakhirnya kegiatan tradisi Sadranan, H Maskuri, salah satu sesepuh desa, mengatakan bahwa tradisi ini telah berlangsung ratusan tahun. Dirinya juga menambahkan bahwa setelah dari pemakaman masih akan ada satu kegiatan lagi yaitu silaturahmi. “Setelah dari sini, kita akan bersilaturahmi ke rumah-rumah tetangga,” jelasnya.

Kapan lagi tradisi ini digelar?

Filed Under: Tradisi dan Budaya Tagged With: boyolali, tradisi dan budaya jawa, tradisi jawa

About Wawan Surajah

Memulai dari berita yang kecil, yang bisa menggelitik ketertarikan orang.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Produk Terbaik

New Arrival

Kategori

  • Agenda Kota Solo
  • Fashion
  • Film
  • Fotografi
  • Komunikasi
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Model Rumah
  • Musik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Seni dan Pertunjukan
  • Teknologi
  • Tradisi dan Budaya
  • Uncategorized
  • Wisata
  • Wisata Boyolali
  • Wisata Karanganyar
  • Wisata Klaten
  • Wisata Solo
  • Wisata Sragen
  • Wisata Sukoharjo
  • Wisata Wonogiri

Komunitas Chic:ID

Copyright © 2016 · Magazine Pro Theme on Genesis Framework · WordPress · Log in