Harap Tenang Ada Ujian! Tak Sekedar Gempa Dan Ujian Sekolah

Pada penyelenggaraan Festival Film Indonesia 2006 (FFI 2006) sebuah penghargaan khusus diberikan pada film pendek besutan sutradara Ifa Isfansyah yang berjudul Harap Tenang Ada Ujian! Sejak 17 April 2011, film pendek terbaik FFI 2006 berdurasi 15 menit ini dapat ditonton secara gratis melalui kanal YouTube TheCakdavid.

Film yang dibintangi seorang bocah SD ini mengisahkan bencana gempa bumi yang melanda Jogjakarta pada 27 Mei 2006. Gempa bumi dengan kekuatan 5,9 SR menyebabkan 6.000 orang meninggal dunia. Tepatnya, saat itu adalah sepuluh hari sebelum sekolah dasar melaksanakan ujian akhir sekolah dan empat belas hari sebelum World Cup 2006. Dan sejak saat itu, bantuan baik dari dalam negeri dan luar negeri mulai berdatangan ke Jogjakarta.

Kenapa harus ditonton? Film yang diawali dengan adegan seorang anak belajar pelajaran sejarah ini menyiratkan pesan yang sangat dalam dibalik ceritanya yang lucu.

Mengutip dari tulisan Iwan Yulianto ⁽¹⁾ dalam blognya tentang film Harap Tenang Ada Ujian! dan Xenophobia membuat kita tersenyum kecut sesaat setelah tertawa menyaksikan film ini. Xenophobia adalah rasa takut atau benci pada orang asing (dari negara lain) atau orang yang dianggap asing dan tidak dikenal ⁽²⁾.

Film yang menggunakan pemakaian bahasa Jawa, Indonesia, dan Jepang ini mempersepsikan keasingan sebagai sebuah kejahatan (persepsi anak SD dalam film). Apa yang dibaca diawal film (pelajaran sejarah) memunculkan ide untuk mengusir orang asing yang dilihatnya, yang sebenarnya datang untuk memberikan bantuan.

Disebutkan dalam tulisannya, “adanya sebuah pesan kritik terhadap pola pendidikan di Indonesia dalam materi penyampaian pelajaran sejarah di sekolah yang berpotensi menimbulkan persepsi buruk dari anak didik terhadap negara bekas penjajah Indonesia.”

Untuk lebih lengkapnya, tonton saja film ini hingga selesai terlebih dahulu. Lihat bagaimana aksi si anak dalam menghadapi orang asing yang datang bersama sekutunya dan bagaimana jalan ceritanya ketika sutradara mempertahankan persepsi (Xenophobia) anak ini dari awal hingga akhir cerita.

Film produksi Freemovie dan Fourcolours Films ini sebelumnya pernah diputar dalam berbagai festival seperti Jogja-Netpac Asian Film Festival 2006, Short Shorts film FESTIVAL & ASIA 2007, International Signes de Nuit Festival Paris 2007, Berlin Asian Hot Shot Festival 2008, dan masih banyak lagi.

Selamat menyaksikan!

Sponsored Links

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>