Jumenengan KGPAA Mangkunegara IX Di Istana Mangkunegaran

Perayaan ulang tahun kenaikan tahta atau jumenengan adalah salah satu tradisi yang terbalut dalam upacara adat sakral kerajaan yang rutin digelar setiap tahunnya. Hal itu juga berlaku untuk perayaan ulang tahun kenaikan tahta Raja Mangkunegara IX atau Jumenengan KGPAA Mangkunegara IX yang selalu diperingati setiap tanggal 9 bulan Suro, penanggalan Jawa.

Istana Mangkunegaran atau yang biasa disebut Pura Mangkunegaran yang berlokasi di jantung Kota Surakarta menjadi lokasi digelarnya upacara adat yang terdiri dari beberapa prosesi itu. Dan lebih tepatnya, Pendapa Agung Pura Mangkunegaran, Bangsal Pringgitan, dan Dalem Ageng Pura Mangkunegaran, menjadi lokasi tempat digelarnya seluruh prosesi jumenengan.

Prosesi pelaksanaan peringatan atau perayaan kenaikan tahta di Istana Mangkunegaran sering berubah-ubah setiap tahunnya. Prosesi untuk setiap tahun tampak selalu disesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi, baik di lingkungan istana atau negara.

Sebagai contoh misalnya pelaksanaan jumenengan pada tahun 2009. Pada tahun itu prosesi upacara digelar dengan sangat sederhana. Hal itu dijelaskan bahwa prosesi yang sederhana disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang saat itu hidup pada masa keprihatinan.

Hal yang sama juga terjadi pada tahun 2011 saat prosesi hanya dirayakan dengan sangat sederhana. Pada tahun itu Pendapa Agung sedang direnovasi dan KGPAA Mangkunegara IX juga sedang tidak sehat dan tidak dapat hadir. Atau juga pada tahun 2012 saat tanggal 9 Suro jatuh pada hari Jum’at. Dan untuk menyesuaikan dengan hari besar Islam itu, salat Jum’at, maka pelaksanaannya dibagi ke dalam dua prosesi.

Prosesi Jumenengan Mangkunegara

Prosesi jumenengan dibagi dalam tiga acara yaitu sungkeman putra kepada KGPAA Mangkunegara IX di dalam Dalem Agung Pura Mangkunegara, selamatan (wilujengan) atau kenduri wilujengan di Bangsal Pringgitan, dan resepsi jumenengan di Pendapa Agung Pura Mangkunegaran.

Prosesi sungkeman putra kepada KGPAA Mangkunegara IX berlangsung di dalam Dalem Agung. Di sana, KGPAA Mangkunegara IX duduk sementara secara bergantian putra-putranya menjalankan tradisi sungkeman.

Begitu prosesi sungkeman selesai maka raja akan memberikan izin untuk memulai prosesi kedua yaitu kenduri wilujengan. Dalam prosesi ini puluhan tumpeng biasanya sudah disiapkan dan ditata rapi di Bangsal Pringgitan. Seluruh tumpeng itu nantinya akan didoakan dan disantap bersama layaknya jamuan makan dalam pesta ulang tahun adat masyarakat Jawa.

Prosesi terakhir adalah prosesi resepsi jumenengan dimana tamu undangan akan dijamu di Pendapa Agung. Di sana pula nantinya akan digelar pertunjukan tari Bedaya Anglir Mendung yang merupakan tari ciptaan pendiri Mangkunegaran, Pangeran Sambernyawa. Namun sebelum menginjak acara pertunjukan tari yang menjadi acara puncak, biasanya akan ada upacara pemberian gelar atau wisuda bagi mereka yang dianggap berjasa kepada Istana Mangkunegaran.

Waktu penyelenggaraan jumenengan

Jumenengan KGPAA Mangkunegara IX pada tahun ini akan menjadi ulang tahun kenaikan tahta yang ke-27. Dan ulang tahun yang jatuh pada tanggal 9 Suro akan kembali diperingati pada Rabu, 2 November 2014!

Info pengin nomer telepon Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kota Surakarta, 0271 - 711435!

Selain upacara adat Jumenengan KGPAA Mangkunegara IX, pada bulan November juga akan ada banyak peristiwa budaya lainnya yang menarik baik di Kota Solo dan juga wilayah disekitarnya. Temukan berbagai tradisi unik dan menarik itu pada tautan berikut ini!

Sponsored Links

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>