Kembali menyimak salah satu koleksi film pendek Indonesia yang pernah diikutkan dalam berbagai festival film dan dapat anda jadikan tontonan menarik keluarlah judul Kara Anak Sebatang Pohon (Kara, The Daughter Of A Three). Film besutan sutradara Edwin ini harus anda masukan kedalam daftar tonton film Indonesia anda!
Kara Anak Sebatang Pohon adalah film yang dibuat pada tahun 2005 oleh sutradara Indonesia, Edwin. Pada tahun 2005, film berdurasi sembilan menit ini menarik perhatian media nasional setelah mengukir prestasi tersendiri dengan menembus ajang Festival Film Cannes 2005 dalam sesi Director’s Forthnight. Capaian yang membanggakan karena sekaligus tercatat sebagai film pendek pertama dari Indonesia yang mampu menembus festival film dunia.
Film pendek karya Edwin ini sendiri menarik karena mengangkat sebuah tema besar tentang melawan kapitalisme di dunia modern. Melalui tokoh seorang anak kecil kemudian berkembang kisah perlawanan sia-sia terhadap kapitalisme.
Kapitalisme yang diwujudkan dalam tokoh Ronald McDonald (waralaba) sudah menjadi musuh Kara sejak dalam kandungan ibunya. Suatu ketika saat melahirkan, ibu Kara tewas mengenaskan tertimpa patung Ronald yang jatuh dari langit. Tokoh ayah Kara seketika hilang saat Kara sudah tumbuh menjadi seorang gadis kecil.
Jadilah sebatang Kara hidup terasing dan dihantui dengan peristiwa buruk yang menimpa ibunya itu. Kara juga menjadi buruan media meski dia hidup jauh dari modernitas. Kara kemudian melawan. Semua hal itu memancing Kara untuk menemukan sosok Ronald dan meluapkan kemarahannya. Hingga suatu saat Kara pergi ke kota dan menemukan Ronald di dalam sebuah gerai waralaba yang penuh dan ramai dengan anak-anak seusianya yang merayakan ulang tahun.
Kara melampiaskan kemarahannya yang sia-sia kepada Ronald si patung di tengah keramaian anak-anak seusianya yang justru mencintai Ronald. Lelah mencoba Kara pun duduk terdiam hingga ada seseorang mendatanginya dan menawarinya sesuatu.
Pada bagian akhir cerita film inilah Edwin memperlihatkan tugas berat di era globalisasi yang harus kita hadapi. Karena pada akhirnya, dia yang melawan kapitalisme justru berakhir juga dalam kapitalisme.
Pada awal tahun 2008, kanal YouTube dengan nama Portablefilmfestival mengunggah film pendek Edwin ini dan sudah ada 2600-an pengunjung yang menyaksikannya. Kini giliran anda menyaksikan Kara Anak Sebatang Pohon (Kara, The Daughter Of A Three).
Nice…. ^_^
Eh, eh, ini settingnya kok kayanya familiar… di Semeru, bukan? Ranu Kumbolo, Semeru, kan?? hohoho…
iya kadit yang pernah ke semeru, kapan ke sana lagi? aku titip kamera tolong difotoin 🙂
Besok setelah lebaran aku 90% kesana lagiii, sekalian 17 belasan di sana! Kemaren 17 an di Merapi, besok pengen di Semeruuu!! Saia ciiiin ta! sama Semeru! Ahihihiii…. 😀