Kirab Pusaka Malam 1 Suro Lancar Meski Kebo Bule “Ngambek”

Tepat tengah malam tadi (15/11/2012) Keraton Kasunanan Surakarta kembali menggelar kirab pusaka malam 1 Suro dengan rute Keraton - Gladag - Jalan Kapten Mulyadi - Gading - Gemblegan - Slamet Riyadi - Keraton. Kirab pusaka yang terkenal dengan Kirab Kebo Bule atau kirab kerbau albino milik Keraton Kasunanan Surakarta ini merupakan perayaan malam tahun baru hijriyah atau malam satu suro dalam sebutan kalender Jawa.

Seperti dalam pelaksanaannya tiap tahun, ribuan warga Solo dan sekitarnya berbondong-bondong memenuhi rute sepanjang 4 kilometer yang akan dilewati peserta kirab. Kirab yang diikuti kurang lebih 7.000 peserta ini berjalan dalam pengamanan ketat pihak kepolisian dan juga keamanan keraton.

Tepat pada tengah malam dari dalam kompleks keraton ribuan peserta kirab mulai berjalan menyusuri rute dengan mengusung sembilan pusaka keraton yang terbalut kain berwarna gelap. Sebagai cucuk lampah atau pembuka jalan adalah sembilan kerbau albino milik keraton. Seperti yang sudah dikenal, kerbau albino keturunan Kyai Slamet ini menjadi daya tarik luar biasa bagi masyarakat yang menyaksikan kirab ini tiap tahunnya. Hal itu terbukti dalam kirab semalam, kemunculan kerbau-kerbau albino dalam kirab langsung dijadikan objek jepretan pengunjung dari pinggir jalan.

Kejadian ini ternyata membuat kerbau keramat koleksi keraton merasa gusar dan sempat “ngambek” hingga berlarian kembali ke dalam kompleks keraton. Rombongan kirab yang baru tiba di kawasan Bundaran Gladag pun sempat terhenti karena kejadian ini. Tanpa iringan kerbau kirab pun kembali dilaksanakan hingga kemudian berhenti menunggu kerbau di kawasan Loji Wetan. Kebo bule yang tadinya “ngambek” karena lampu kilat kamera dan suara bising knalpot kendaraan akhirnya berhasi ditenangkan dan digiring menuju barisan depan rombongan kirab pusaka malam satu Suro. Kemudian dengan lancar kirab kembali berjalan hingga berakhir kembali di kompleks keraton.

Yang berbeda dari pelaksanaan kirab malam suro pada tahun ini ternyata bukan hanya kejadian ngambek-nya kerbau keraton saja. Kabar tidak disetujuinya kirab malam suro oleh Raja Pakubuwono XIII juga sempat ramai dibicarakan. Kejadian ini tidak luput dari kisruh yang terjadi di dalam keraton. Alasan bahwa kirab malam satu suro di luar tembok keraton bukan merupakan tradisi turun temurun serta penolakan kerabat keraton dengan keinginan raja berkuasa saat ini untuk meminta Majapatih Tedjowulan untuk ikut dalam kirab membuat Raja Pakubuwono XIII memilih untuk meninggalkan kompleks keraton sebelum diadakan prosesi kirab.

Kirab Kebo Bule Keraton Kasunanan Surakarta merupakan perayaan tahunan yang digelar Keraton Kasunanan tiap malam tahun baru hijriyah. Di Kota Solo, selain perayaan ini juga terdapat perayaan yang sama yang digelar di kompleks Istana Mangkunegaran dengan waktu pelaksanaan yang berbeda.

Sponsored Links

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *