Malem Selikuran Keraton Kasunanan Surakarta

Meramaikan bulan Ramadan Keraton Kasunanan Surakarta tidak hanya menggelar Grebeg Pasa saja. Salah satu tradisi Keraton Kasunanan Surakarta yang juga rutin digelar pada bulan Ramadan adalah Malem Selikuran (malam ke dua puluh satu) yang digelar di malam ke-21 bulan puasa atau pada malam Lailatul Qadar atau Malam Seribu Bulan.

Malam Lailatul Qadar dipercaya sebagai malam dimana ayat al-Qur’an yang pertama diturunkan. Malam-malam khusus itu dipercaya jatuh pada malam ganjil pada 10 malam terakhir di bulan puasa. Dan kekhususan malam ini pun juga telah diperingati oleh raja-raja terdahulu dengan menggelar Malem Selikuran.

Malem Selikuran Keraton Kasunanan Surakarta biasa digelar dalam sebuah rangkaian acara arak-arakan atau kirab lampu ting (lampu petromaks), lampion, simbol kerajaan, dan juga kirab seribu tumpeng. Kirab ini dimulai dari dalam Kori Kamandungan, berbelok ke timur untuk mengitari Keraton terlebih dahulu, kemudian menuju Masjid Agung Surakarta.

Kirab Malem Selikuran Keraton Surakarta biasa dimulai dari jam 9 malam. Dan berakhir kurang lebih pada jam 11 malam. Sesampainya di Masjid Agung, seluruh nasi tumpeng yang berada di dalam jodang ditata rapi dari atas masjid hingga serambi masjid. Di kanan dan kiri nasi tumpeng yang terbungkus dalam plastik kresek para kerabat dan abdi dalem Keraton duduk bersila dengan rapi.

Tafsir Anom Keraton Surakarta akan memimpin doa sebelum nasi tumpeng yang terdiri dari nasi liwet itu dibagikan kepada seluruh warga yang hadir. Dengan selesainya pembagian nasi tumpeng itu selesai pula peringatan malam Lailatul Qadar oleh Keraton Kasunanan Surakarta.

Prosesi di atas adalah prosesi dengan rute pendek yang dipilih Keraton Surakarta pada tahun 2012. Sebelum memilih rute pendek ini, Malem Selikuran lebih dikenal dengan rute yang lebih panjang yaitu dari Keraton menuju Taman Sriwedari.

Masih berhubungan dengan tradisi ini, Pemerintah Kota Surakarta pada tahun 2012 juga menggelar sebuah kirab yang kurang lebih sama untuk memperingati malam yang sama dengan nama Festival Lampu Ting dan dengan rute Balaikota menuju Taman Sriwedari. Hanya saja kirab ini dilangsungkan lebih awal yaitu dari jam 7 malam dan juga digelar bersamaan dengan acara Maleman Sriwedari.

Malam ke-21 bulan Pasa tahun 2014 akan jatuh pada hari Jum’at, 18 Juli 2014!

Selain tradisi memperingati malam Lailatul Qadar Keraton Kasunanan Surakarta juga menggelar upacara adat lainnya. Temukan berbagai upacara dan tradisi di bulan Ramadan di Keraton Surakarta dan wilayah lainnya di Solo Raya pada tautan berikut ini!

Sponsored Links

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>