Ragam: Cerita Tentang Perjalanan, Pencerahan Dan Kebesaran Sunan Pandanaran (Edisi III/Terakhir)

Kompleks Pemakaman Sunan Pandanaran Gunung Jabalkat Tembayat

Kisah terakhir dari Sunan Pandanaran adalah masa ketika dirinya sampai di Tembayat. Di Tembayat Sunan menderikan sebuah masjid di atas Gunung Jabalkat yang sekaligus difungsikan sebagai tempat pendidikan agama. Tempat itu pun akhirnya menjadi pesantren pertama atau sekolah asrama pertama di Jawa Tengah.

Namun usaha yang dilakukan Sunan tidaklah semudah itu. Setelah memilih jalan agama dan melakoni perjalanan yang penuh petualangan ternyata mambatan masih saja ada saat dia berada di Tembayat. Salah satunya adalah perlawanan dari para pemimpin mistis Jawa. Disebutkan dalam kisah ini adalah seorang pemimpin di Jawa harus memiliki kekuatan sakti di luar kekuatan pengetahuan dan wibawa. Dan di saat seseorang memiliki itu semua, barulah semua kalangan di Jawa percaya dengan maksud keberadaanya.

Selain meninggalkan jejak cerita pada saat dirinya menyebarkan agama Islam dari Tembayat. Ternyata kekuatan kebesaran Sunan masih terasa hingga pada masa Sultan Agung, yang hidup di masa setelah Sunan. Beberapa kisah pertemuan Sultan dan Sunan juga beredar dan menjadi salah satu cerita tentang awal mula berdirinya kompleks pemakaman Sunan Bayat yang megah dan elok.

Masa Kebesaran Sunan di Tembayat

Di awal tugas di Tembayat inilah saat Sunan Pandanaran mendapat perlawanan dari pemimpin mistis Jawa. Mereka adalah orang-orang yang mempertanyakan kekuatan sakti yang dimiliki oleh Sunan. Salah satunya adalah perlawanan dari Prawira Sakti, seorang penganut ilmu kebatinan.

Sunan menerima tantangan Prawira Sakti untuk melakukan uji kewibawaan. Beberapa tantangan dilakoni oleh Sunan dan yang pertama adalah tantangan untuk menangkap merpati yang dilepas ke udara oleh Prawira. Yang dilakukan Sunan untuk menangkap merpati itu adalah dengan hanya melemparkan sandal kayunya. Dan dengan sekali lempar burung itu berhasil dijatuhkan.

Tantangan kedua adalah menangkap topi yang oleh Prawira dilempar ke langit jauh hingga tak terlihat oleh mata. Dengan sebelah sandal kayu yang masih ada Sunan berhasil dengan sangat mudah mengenai topi itu dan lolos tantangan kedua.

Pada tantangan ketiga Sunan ditantang untuk mencari keberadaan Prawira yang bersembunyi. Keberadaan Prawira tidak tampak karena dia bersembunyi dengan cara yang tidak biasa. Namun dengan mudah Sunan berhasil menemukan keberadaan Prawira yang bersembunyi di bawah sebongkah batu besar.

Setelah tiga tantangan berhasil dilalui dengan mudah oleh Sunan. Kini giliran Sunan memberikan satu tantangan pada Prawira. Dan sekarang menjadi giliran Prawira untuk mencari keberadaan Sunan yang bersembunyi. Dan Prawira yang sakti gagal menjalankan tantangan Sunan karena tidak dapat menemukan Sunan yang bersembunyi di antara kedua alisnya.

Selain cerita tentang kesaktian yang dimiliki Sunan untuk menghadapi perlawanan para pemimpin mistis Jawa beredar juga cerita tentang kebesaran yang lainnya. Dikisahkan adalah suara adzan yang terlalu kuat dan keras yang didengar oleh salah satu Wali yang berada di Demak.

Suara adzan tadi ternyata adalah suara dari panggilan sholat Sunan Pandanaran dari Tembayat, ratusan kilometer jaraknya. Tentu saja suara yang terlalu keras itu mengganggu Wali tadi hingga kemudian dia meminta Sunan untuk menurunkan suara adzan yang dibuatnya. Menyaguhi permintaan Wali tadi, Sunan kemudian memindahkan masjid yang berada di puncak Jabalkat. Dan dengan kesaktiannya Sunan menarik masjid tadi hingga sampai di lereng gunung.

Kebesaran Sunan Setelah Meninggal

Kebesaran nama Sunan sebagai seorang pemimpin agama tetap terjaga hingga dirinya meninggal setelah menjalankan syiar selama 25 tahun di Tembayat. Salah satu yang membuktikan kebesaran nama Sunan adalah Sultan Agung, pemimpin besar kerajaan Mataram, yang merubah makam Sunan hingga menjadi salah satu kompleks pemakaman termegah di Jawa.

Bukti bahwa Sultan pernah berada di Tembayat ditemukan dalam catatan seorang pemimpin kolonial Belanda (1631 – 1634) yang menyebutkan bahwa penguasa Mataram pergi ke suatu tempat yang bernama Tembaijat untuk melakukan pengorbanan.

Keberadaan Sultan di Tembayat dianggap lazim karena dalam hirarki kekuatan Jawa seorang penguasa “diwajibkan” untuk mencari saran dan petunjuk kepada mereka yang disucikan atau diagungkan. Dan orang suci yang ada di wilayah Mataram adalah Sunan Bayat yang berada di Tembayat.

Terdapat dua cerita yang beredar tentang kunjungan Sultan Agung itu. Dan dari kedua cerita tadi semuanya berujung pada penghormatan yang dilakukan Sultan kepada Sunan dengan membangun kompleks pemakaman.

Kisah pertama yang beredar hingga saat ini adalah ketika suatu hari Sultan bersama orang kepercayaannya, Juru Taman, tersesat di dalam hutan di sekitar istananya. Sultan terpisah dari Juru Taman dan tidak dapat menemukannya hingga dia merasa putus asa. Hingga akhirnya Sultan memutuskan untuk melakoni pertapaan sebagai usaha menemukan jalan keluar.

Ternyata usaha Sultan menemui kebuntuan hingga secara tiba-tiba muncul sesosok priyayi yang muncul ke hadapan Sultan dan menawarkan bantuan kepadanya. Sultan menyambut bantuan orang itu dengan menceritakan masalah yang dihadapinya. Orang tadi kemudian menyarankan Sultan untuk mempelajari sebuah ilmu terlebih dahulu hingga selesai.

Setelah Sultan menyaguhinya dan menyelesaikannya baru priyayi tadi memperkenalkan diri sebagai Sunan yang tinggal di Bayat. Sosok Sunan tadi kemudian membantu Sultan untuk pulang kembali keistananya. Secara ajaib sosok Sunan tadi menggunakan lengan bajunya untuk memindahkan Sultan hingga kembali keistananya dalam sekejap.

Sesampainya di istana barulah Sultan bertemu dengan Juru Taman. Saat itu pula Sultan baru mengetahui bahwa ternyata selama dicari Juru Taman justru pergi ke tempat tinggal istri-istri Sultan. Semua orang menyambut dengan bahagia kepulangan Sultan dan sebagai balas jasa atas bantuan sosok Sunan tadi Sultan Agung mengatakan akan membangun kompleks pemakaman baru untuk kuburan Sunan Bayat.

Pembangunan akhirnya dilaksanakan dan menggunakan cara yang luar biasa. Semua itu dilakukan karena Sunan dianggap sebagai sosok suci dan luar biasa. Seluruh kebutuhan dipilih dengan teliti termasuk para pekerja bangunan. Para pekerja itu harus memiliki perilaku yang santun dengan rohani yang mendukung.

Terpilihlah 300.000 orang sebagai pekerja kompleks pemakaman Sunan Bayat. Ratusan ribu pekerja tadi dikisahkan duduk berderet dari lokasi tambang batu hingga makam. Mereka duduk dengan posisi bersila dan dengan kedua tangannya mereka memindahkan satu per satu batu-batu dari tambang hingga ke makam.

Kisah tentang apa yang dilakukan ratusan ribu pekerja ini kemudian memunculkan gambaran tentang besarnya pengorbanan yang dilakukan untuk membangun kompleks pemakaman Sunan. Dan dengan pengorbanan yang besar itu, kompleks pemakaman Sunan dianggap sebagai salah satu makam tercantik yang pernah ada di Jawa.

Kisah kedua tentang pertemuan Sultan Agung dengan sosok Sunan Bayat adalah dalam sebuah pergelaran wayang kulit. Saat itu Sultan sedang menyaksikan pergelaran wayang kulit yang berada jauh dari istananya. Di saat itulah Sultan menyadari ancaman yang sedang dihadapinya. Ancaman itu antara lain adalah konspirasi kerajaan Balambangan dan Bali untuk melawan Mataram dan juga pengkhianatan Juru Taman yang menjalin hubungan dengan istri Sultan dan ingin menggantikan posisi Sultan.

Menyadari hal-hal tadi membuat Sultan putus asa hingga jatuh bersujud. Di dalam sujudnya Sultan memohon ampun kepada Tuhan atas dosa-dosanya hingga menempatkan Sultan pada posisi yang sulit. Di saat itu pula muncul di hadapan Sultan sosok orang tua. Sosok itu dipercaya sebagai sosok Sunan Bayat.

Sosok Sunan Bayat yang menemui Sultan kemudian berusaha membantu Sultan agar dapat pulang ke istana secepat mungkin. Sosok itu menggunakan tongkatnya untuk menolong Sultan. Dengan mengayunkan tongkat, Sultan pun terlempar jauh hingga sampai di istana secepat kilat. Dan dari kisah itu, konon Sultan berterima kasih pada sosok Sunan Pandanaran dengan merenovasi makamnya dengan bentuk dan gaya yang luar biasa.

Sponsored Links

About Wawan Surajah

Memulai dari berita yang kecil, yang bisa menggelitik ketertarikan orang.

Speak Your Mind

*

Tweet