Ritual Sedekah Bumi Kahyangan, Ritual Bulan Suro Di Wonogiri

Kahyangan adalah sebuah lokasi wisata sekaligus lokasi yang disakralkan di kawasan Desa Dlepih, Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, oleh beberapa warga. Lokasi yang terletak sekitar 50 km atau 1,5 jam perjalanan ke arah tenggara pusat pemerintahan Wonogiri ini tidak hanya disakralkan oleh warga lokal saja tetapi juga oleh Keraton Kasultanan Jogjakarta.

Lokasi yang terkenal karena digunakan untuk menggelar ritual Sedekah Bumi setiap malam 1 Suro atau saat Selasa Kliwon di bulan Suro ini dipercaya sebagai salah satu petilasan Panembahan Senopati, pendiri sekaligus raja pertama Kesultanan Mataram. Di lokasi ini konon Panembahan Senopati mendapatkan wahyu sehingga dirinya menjadi raja. Dan di lokasi ini pula konon raja pertama Mataram itu membuat perjanjian dengan penguasa Laut Selatan untuk membangun Mataram.

Eratnya hubungan lokasi ini dengan Kesultanan Mataram membuat Kahyangan di Kabupaten Wonogiri tidak hanya terkenal sebagai lokasi ritual Sedekah Bumi saja. Keraton Jogjakarta yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Kesultanan Mataram juga rutin menggelar Labuhan Ageng Keraton Jogjakarta setiap sekali dalam sewindu (delapan tahun sekali) di lokasi ini, terakhir digelar pada tahun 2010.

Prosesi ritual Kahyangan

Prosesi Sedekah Bumi Kahyangan biasa dimulai dari jam 00:00. Di kawasan objek wisata budaya ini akan terpasang ratusan obor di sepanjang jalan dari area parkir hingga dalam lokasi digelarnya acara.

Dalam kegiatan ini juga biasa digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Persis seperti prosesi ritual Labuhan Ageng Sembukan yang biasa digelar pada malam 1 Suro di Pantai Sembukan. Akan tetapi, sebelum dimulainya pertunjukan wayang, terlebih dahulu seluruh prosesi Sedekah Bumi Kahyangan harus dirampungkan.

Seluruh peserta yang hadir dalam prosesi ini biasa membawa berbagai sesaji berupa kenduri. Sesaji-sesaji itu nantinya akan dibawa menuju bebatuan besar di Kahyangan yang biasa digunakan untuk bersemedi. Di sana sesaji-sesaji ini akan didoakan sebelum nanti dibagikan kepada mereka yang hadir dan juga dihanyutkan di sungai ki kawasan ini.

Setelah sesaji berupa kenduri selesai dibagikan dan juga dilarung, maka selesai pula prosesi Sedekah Bumi Kahyangan. Dan biasanya mereka yang hadir akan menjalankan lek-lekan atau tidak tidur semalaman.

Seluruh prosesi dalam ritual Sedekah Bumi biasa dimaksudkan untuk meminta berkah kepada Tuhan. Dimana mereka berharap berkah untuk perlindungan selama satu tahun ke depan. Karena bula Suro adalah bulan sakral, bulan pertama dalam kalender Jawa.

Waktu pelaksanaan Sedekah Bumi

Sedekah Bumi di Kahyangan terakhir kali digelar pada malam 1 Suro 1946 atau 15 November 2012. Namun sebelum itu, ritual ini kerap digelar pada Selasa Kliwon di bulan Suro seperti pada Selasa Kliwon, 25 Maret 2003 atau 27 Desember 2010.

Jika melihat pada hitungan pergantian tahun baru pada kalender Jawa atau malam 1 Suro akan jatuh pada 24 Oktober 2014. Tetapi jika melihat waktu pelaksanaan yang jatuh pada Selasa Kliwon bulan Suro maka akan jatuh pada 28 Oktober 2014!

Info penting nomer telepon Kantor Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, 0273 - 3302043!

Selain ritual di Bumi Kahyangan yang terkenal saat menyambut bulan Suro, Kabupaten Wonogiri juga dikenal memiliki ritual dan upacara adat warga lain yang tidak kalah menariknya. Temukan berbagai peristiwa budaya di kawasan yang terkenal dengan kacang mede-nya ini pada tautan berikut ini!

Sponsored Links

About Wawan Surajah

Memulai dari berita yang kecil, yang bisa menggelitik ketertarikan orang.

Trackbacks

  1. [...] ritual labuhan sesaji seperti yang ada di Pantai Sembukan, Kabupaten Wonogiri juga terkenal dengan ritual sedekah bumi di Kahyangan yang juga digelar pada malam 1 Suro. Selain itu juga terdapat berbagai ritual dan [...]

  2. [...] 5 NOVEMBER 2013, RABU, TRADISI RITUAL SEDEKAH BUMI KAHYANGAN DLEPIH DI TIRTOMOYO, WONOGIRI [...]

Speak Your Mind

*

Tweet