Labuhan Ageng Suran Pantai Sembukan Wonogiri

Pantai Sembukan yang merupakan objek wisata pantai di Kabupaten Wonogiri terletak di Desa Sembukan, Kecamatan Paranggupito, atau sekitar 60 km dari pusat kota Wonogiri. Pantai Sembukan adalah sebuah lokasi yang dipercaya sakral oleh Keraton Kasunanan Surakarta karena dianggap sebagai gerbang ke-13 penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul.

Kesakralan lokasi ini terasa makin lengkap karena sejak era Kerajaan Mataram terdapat sebuah ritual yang rutin digelar setiap malam 1 Suro yaitu ritual Labuhan Ageng Suran atau Larung Ageng Suran. Dan seiring dengan perkembangan zaman, ritual yang sakral itu kini dibalut dalam sebuah keramaian yang mirip dengan festival budaya. Dimana dalam penyelenggaraanya tidak hanya terdapat larung ageng atau larung sesaji saja tetapi juga kirab budaya dan pertunjukan budaya.

Labuhan Ageng Suran di Pantai Sembukan terakhir digelar pada Rabu malam, 14 November 2012, atau tepat pada malam 1 Suro 1946 (kalender Jawa).

Ritual Labuhan Ageng ini adalah salah satu dari sekian banyak ritual yang digelar di malam 1 Suro terutama di kawasan Solo Raya dan sekitarnya. Sedangkan maksud dari digelarnya ritual yang telah berlangsung secara turun temurun ini adalah untuk menciptakan keselarasan hidup. Karena itu, kegiatan sejenis ini banyak disebut sebagai sedekah bumi.

Prosesi Labuhan Ageng Pantai Sembukan

Dahulu dalam setiap prosesi Larung Ageng, masyarakat menyertakan kepala sapi sebagai salah satu sesaji yang dihanyutkan di Pantai Selatan. Namun kini, sesaji kepala sapi sudah dihilangkan atau diganti dengan ingkung ayam atau tetap disertakan tapi dalam prosesi penghanyutannya dipisahkan dengan kegiatan puncak Larung Ageng (dilarung pada hari yang berbeda).

Prosesi dimulai pada malam hari dengan rombongan peserta kirab memasuki kawasan Pantai Sembukan. Rombongan peserta itu terdiri dari barisan putrid domas, rombongan pembawa jodang yang berisi sesaji berupa kenduri, serta rombongan pembawa gunungan yang terbuat dari berbagai hasil bumi.

Iring-iringan musik dari gamelan dimainkan saat ritual ini berlangsung. Dan dengan dipimpin oleh juru kunci Pantai Sembukan, rombongan menuju tepi pantai. Beberapa sesaji nantinya akan dihanyutkan ke Pantai Selatan namun beberapa lainnya jadi rebutan warga yang hadir.

Seluruh prosesi penghanyutan sesaji ini dilaksanakan tepat sebelum digelarnya pentas wayang kulit. Begitu seluruh prosesi tadi selesai, dalang dalam pementasan pun akan segera memainkan wayang kulit semalam suntuk.

Waktu pelaksanaan ritual Larung Ageng

Dalam situs resmi pemerintah Kabupaten Wonogiri disebutkan bahwa waktu pelaksanaan ritual ini adalah setiap hari Kamis Wage malam Jumat Kliwon pada bulan Suro. Namun pada kenyataannya, ritual ini lebih sering digelar setiap malam 1 Suro seperti pada 6 Desember 2010 dan 14 November 2012.

Untuk tahun ini, malam 1 Suro 1947 atau malam 1 Muharram 1435 akan jatuh pada Sabtu, 24 Oktober 2014!

Info penting nomer telepon Kantor Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, 0868 1223 5009!

Selain ritual labuhan sesaji seperti yang ada di Pantai Sembukan, Kabupaten Wonogiri juga terkenal dengan ritual sedekah bumi di Kahyangan yang juga digelar pada malam 1 Suro. Selain itu juga terdapat berbagai ritual dan tradisi unik lainnya di kabupaten di selatan Kota Solo ini. Temukan berbagai ritual menarik itu pada tautan berikut ini!

Sponsored Links

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>