Saat umat Islam menjalanan ibadah puasa, ada tradisi yang tidak dapat ditinggalkan ketika akan mendekati waktu berbuka puasa yaitu mempersiapkan makanan berbuka. Dan bagi mereka yang menjalankan, pastilah tahu benar dengan istilah takjil. Apalagi bila mereka sering berbuka bersama di lingkungan masjid sekaligus menjalankan ibadah salat Maghrib.
Takjil yang oleh kebanyakan orang digunakan untuk menyebut makanan berbuka menjadi sajian khas di setiap lingkungan masjid ketika bulan Ramadan. Dan ketika menyoal makanan khas, masjid serta puasa, sebuah masjid di dalam perkampungan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, memiliki hal itu.
Adalah Masjid Darussalam Jayengan Solo yang telah dikenal masyarakat dengan takjil Bubur Samin di bulan Ramadan. Percaya atau tidak, Bubur Samin khas Masjid Darussalam Solo ini telah menemani berbuka warga sejak tahun 1930an.
Namun begitu, apa sebenarnya Bubur Samin? Bubur Samin adalah sebutan yang diberikan oleh warga sekitar karena dalam proses memasaknya minyak samin digunakan bersama dengan bumbu-bumbu rempah. Bubur yang diolah di Masjid Darussalam Solo ini sendiri sebenarnya adalah Bubur Banjar, makanan khas daerah Martapura, Kalimantan Selatan.
Bagaimana bubur khas Kalimantan ini sampai di kawasan Jayengan adalah tidak lain karena banyak orang Banjar menetap di kawasan itu. Dahulu mereka datang untuk berdagang berlian hingga menetap dan berketurunan. Tradisi mereka yang kemudian diturunkan adalah berkumpul di langgar (dahulu) dan memasak Bubur Banjar yang kini khas dengan nama Bubur Samin.
Takjil bulan Ramadan Masjid Darussalam Solo ini sangat diminati tidak hanya masyarakat sekitar. Banyak juga warga dari daerah lain bahkan luar kota sering ikut mengantri sajian khas Bubur Samin Masjid Darussalam.
Bubur Samin Masjid Darussalam yang telah menjadi makanan khas yang disajikan selama bulan puasa biasa dibuat hingga 700 porsi setiap harinya. Pengurus masjid adalah koki sekaligus panitia pembagian. Mereka biasanya memasak dua jenis bubur yaitu bubur dengan bumbu sop dan bumbu kuning. Selain dua jenis bubur ini, Masjid Darussalam juga terkenal khas dengan kopi susu yang menjadi sajian pendamping Bubur Samin.
Proses memasak bubur dan kopi susu biasa dilaksanakan setiap jam 12 siang hingga jam 3 sore. Dan bahkan, sebelum bubur masak sudah biasa warga mulai berdatangan dan mengantri dengan membawa berbagai wadah untuk membawa pulang sajian khas Bubur Banjar Solo itu. Namun begitu, pengelola masjid juga selalu menyiapkan 200 porsi bubur dan kopi susu bagi mereka yang akan berbuka di masjid.
Bulan puasa pada tahun ini akan berlangsung dari tanggal 29 Juni - 28 Juli 2014!
Info penting nomer telepon Kantor Kelurahan Jayengan, Serengan, Solo, 0271 - 636353!
Tradisi ngabuburit atau berbuka puasa dengan Bubur Samin Masjid Darussalam kini telah menjadi tradisi tersendiri bagi sebagian warga Solo. Selama bulan Ramadan terdapat juga berbagai tradisi lain yang dilaksanakan oleh warga kota Solo. Temukan berbagai tradisi dan upacara adat menarik itu pada tautan berikut ini!
[…] 18. Tradisi Bagi Takjil Bubur Samin, Masjid Darussalam, Jayengan, Solo […]