Tradisi Ritual Pulung Langse Makam Ki Ageng Balak

Ki Ageng Balak atau Raden Sujono diyakini sebagai keturunan atau trah dari Raja Brawijaya, Kerajaan Majapahit. Sosok Ki Ageng Balak juga diyakini sebagai pendiri Desa Mertan, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo saat dirinya mengasingkan diri. Seperti sosok besar lainnya, Ki Ageng Balak semasa hidup mengajarkan kebaikan kepada warganya seperti ajaran untuk selalu berbagi kepada sesama.

Untuk menghormati jasa besar tokoh ini, warga setempat selama ratusan tahun mengadakan sebuah upacara tradisional yang dikenal dengan ritual Pulung Langse. Dan setelah sekian lama lestari, upacara tradisional ini pun kini menjadi salah satu wisata budaya Kabupaten Sukoharjo yang selalu dinanti pada hari Minggu terakhir di bulan Suro (penanggalan Jawa).

Tradisi Pulung Langse sendiri digelar di kawasan Makam Ki Ageng Balak yang terletak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Nama dari tradisi berusia ratusan tahun ini berasal dari kegiatan inti dari upacara itu sendiri yaitu mengganti kain penutup makam.

Prosesi upacara tradisional Pulung Langse diawali dengan juru kunci melepas kain penutup makam untuk kemudian dicuci dan dikeringkan. Kain lama itu nantinya akan dipotong dalam jumlah yang banyak dan dibagikan kepada peziarah yang hadir dalam ritual.

Sementara kain baru sebagai penutup makam terlebih dahulu akan dikirab mengelilingi makam sebelum nantinya dipasang. Bersama dengan kain penutup itu dikirab juga nasi tumpeng dan gunungan hasil bumi. Ribuan pengunjung biasa hadir memadati makam saat ritual ini berlangsung. Kehadiran mereka selain untuk menyaksikan ritual juga untuk ikut memperebutkan gunungan yang dikirab mengelilingi makam.

Ritual adat tradisional Kabupaten Sukoharjo ini biasa dilaksanakan mulai jam 7 pagi. Sementara untuk acara kirab biasa dimulai dari jam 9 pagi.

Selain melihat kegiatan di Makam Ki Ageng Balak Sukoharjo yang telah menjadi salah satu andalan kabupaten di sebelah tenggara kota Solo ini, anda juga dapat temukan upacara tradisional lainnya di tautan berikut ini.

Hari Minggu terakhir bulan Suro di tahun 2013 jatuh pada tanggal 23 November 2014!

Sponsored Links

Comments

  1. sawitri says

    upacara pulung langse menjadi sebuah aikon kota sukoharjo dan sudah selayaknya di lestarikan asal tidak ada penyimpangan misalkan dipergunakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk ajang prostitusi, karena upacara pulung langse untuk mengganti tirai makam yang kotor untuk digantikan yang baru.

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>