Dalam tradisi masyarakat Jawa terutama di wilayah Jawa Tengah sering warga menandai perayaan hari tertentu dengan sebuah kegiatan budaya. Salah satu hal itu dapat terlihat ketika memasuki bulan Syawal saat beberapa wilayah di sekitar Solo Raya banyak menggelar Syawalan.
Bulan Syawal adalah bulan dalam kalender Jawa dimana pada tanggal 1 bulan ini adalah perayaan Hari Kemenangan umat Islam yaitu Idul Fitri. Banyak daerah di Solo Raya pada bulan ini menggelar tradisi Syawalan. Salah satu tradisi berupa Grebeg Syawalan yang berasal dari Kabupaten Klaten adalah tradisi Syawalan Ketupat Bukit Sidoguro, Krakitan, bayat, Klaten.
Tradisi Gunungan Ketupat Syawalan di Klaten biasa digelar pada tanggal 8 Syawal. Sedangkan lokasi digelarnya puncak acara Gunungan Ketupat Syawalan adalah di Taman Sidoguro atau Bukit Sidoguro di kawasan wisata Rawa Jombor.
Prosesi tradisi Syawalan Sidoguro diawali dengan prosesi Kirab Gunungan Ketupat dari depan Masjid Agung Klaten yang bersebelahan dengan Alun-Alun Klaten menuju Bukit Sidoguro. Dalam kirab gunungan ini, puluhan gunungan yang tersusun dari ketupat yang dibuat oleh berbagai instansi dan elemen masayarakat akan dikirab dan nantinya diperebutkan oleh warga pada puncak acara.
Pada tahun 2012 tercatat sebanyak 30-an gunungan ketupat diikutsertakan dalam Kirab Gunungan Ketupat Klaten.
Tradisi Syawalan Ketupat Bukit Sidoguro selain digelar untuk merayakan hari besar ternyata juga digunakan sebagai simbolisasi peringatan penobatan sosok lokasi yang berkaitan dengan nama Bukit Sidoguro. Sosok yang dimaksudkan adalah Raja Jimbung dengan Kyai Sidoguro.
Masyarakat lokal mempercayai bahwa Kyai Sidoguro adalah sosok yang ratusan tahun lalu menjadi orang dekat dari Raja Jimbung. Kepergian Kyai Sidoguro oleh Raja Jimbung dikenang dengan menggunakan namanya untuk menamai sebuah bukit. Selain itu, sosok raja ini juga memerintahkan untuk membuat ketupat di awal bulan Syawal untuk kemudian dibagikan kepada warganya.
Dan karena kepercayaan itu, hingga saat ini masyarakat masih menggelar tradisi Syawalan Ketupat Bukit Sidoguro di bukit yang dimaksudkan.
Waktu perayaan tradisi Syawalan Ketupat Bukit Sidoguro yang sering jatuh pada tanggal 8 Syawal pada tahun ini akan jatuh pada hari Selasa, 5 Agustus 2014!
Selain tradisi Syawalan di Kabupaten Klaten, kawasan lain di Solo Raya juga banyak menggelar tradisi serupa. Temukan berbagai tradisi di bulan Syawal di kawasan Solo Raya pada tautan berikut ini!
Aku orang Jimbung tidak begitu tahu sejarah Kerajaan Jimbung……terlalu juga aku atau karena tidak ada bukunya ya………..
belum pernah mengikuti tradisi ini…. sepertinya menarik