Upacara Bersih Desa Tanjungsari Desa Dlimas

Kecamatan Ceper adalah salah satu wilayah di Kabupaten Klaten dengan kekayaan tradisi yang masih lestari hingga saat ini. Di kawasan yang terletak di pinggir jalan raya Jogja - Solo, 6 kilometer timur pusat Kabupaten Klaten, itu setidaknya terdapat dua tradisi yang terkenal dan masuk dalam agenda budaya kabupaten yaitu Bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak dan Upacara Bersih Desa Tanjungsari di Dlimas.

Upacara Bersih Desa Tanjungsari di Desa Dlimas adalah tradisi turun temurun yang rutin digelar masyarakat desa setempat setiap bulan Suro, penanggalan Jawa. Tradisi yang biasa digelar di sebuah bangsal bernama Sasana Kridha Budaya yang dibangun di dekat pohon Tanjung ini konon bermula saat danyang atau arwah penunggu bernama Nyi Tanjungsari dan Nyi Payung Gilap meminta warga untuk memberikan sesaji agar terbebas dari penyakit atau pagebluk.

Dari kisah yang diceritakan secara turun temurun kini tradisi Bersih Desa Dlimas masih lestari meskipun secara prosesi, tradisi ini telah mengalami perubahan pada prosesi acara.

Tradisi yang terakhir kali digelar pada 7 Desember 2012 ini memiliki ciri khas tari Tayub yang selalu digelar saat upacara berlangsung. Selain tari Tayub, upacara adat di Kecamatan Ceper Klaten ini juga khas dengan ratusan tumpengnya. Tidak hanya tumpeng, berbagai jenis makanan lainnya juga dibawa oleh warga desa menuju lokasi penyelenggaraan untuk ikut didoakan sebelum akhirnya dibawa pulang dan disantap.

Dalam perkembangannya, tradisi bersih desa kini telah dikemas dalam sebuah pesta rakyat. Bazaar atau pasar malam biasa digelar selama dua minggu dari sebelum hingga setelah bersih desa berlangsung. Itu belum terhitung hiburan wayang orang, ketoprak, dan serta tari-tarian yang dipentaskan setelah puncak acara selesai digelar.

Prosesi upacara Bersih Desa Tanjungsari

Prosesi Bersih Desa Dlimas biasa berlangsung selama berberapa hari. Prosesi upacara adat ini terbagi dalam berberapa sesi dari mulai kerja bakti bersih lingkungan, tarub, nadaran, midodareni, hingga puncak acara berisi kendurian, laporan keuangan dan sambutan, doa, dan hiburan tari Tayub atau tayuban atau janggrugan yang dilanjutkan hiburan panggung lainnya.

Waktu digelarnya puncak acara bersih desa adalah Jum’at Kliwon atau Jum’at Wage di bulan Suro, kalender Jawa. Namun menjelang hari tersebut, persiapan telah berlangsung beberapa hari sebelumnya. Kegiatan persiapan dimulai dari kerja bakti atau bersih lingkungan yang biasa berlangsung pada hari Minggu, lima hari sebelum hari Jum’at.

Prosesi persiapan selanjutnya adalan tarub. Kegiatan menghias dan mempercantik Sasana Kridha Budaya dimaksudkan untuk menghias lokasi penyelenggaraan. Prosesi ini biasa berlangsung sehari sebelum digelarnya kegiatan puncak. Pada prosesi ini patung-patung di bawah pohon Tanjung akan dicat hingga janur sebagai hiasan akan dipasang. Tarub ini sekaligus akan menjadi publikasi atau pemberitahun kepada warga di lokasi lain bahwa hajatan besar akan segera berlangsung di lokasi tersebut.

Setelah prosesi tarub warga kemudian akan menggelar nadaran atau kendurian. Warga akan kembali datang ke lokasi pada sore harinya untuk menggelar kendurian. Selain hanya menggelar selamatan berupa kendurian, pada prosesi ini sebagian warga juga membayar “hutang”. Hutang yang dimaksud adalah janji yang dibuat oleh sebagain warga itu, dan ketika sudah terpenuhi maka mereka akan membayarnya dengan ikut nadaran di lokasi yang terletak di bawah pohon Tanjung tadi.

Selain menggelar kendurian, warga juga akan nanggap ledhek atau menari bersama penari Tayub setelah upacara kendurian.

Prosesi midodareni menjadi prosesi terakhir pada hari Kamis. Prosesi ini berlangsung semalam suntuk dimana warga berkumpul di lokasi yang akan digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan. Mereka tidak akan tidur dan menyibukan diri dengan berdoa.

Keesokan harinya warga akan mulai berbondong-bondong menuju Sasana Kridha Budaya dengan membawa tumpeng dan berbagai makanan lainnya. Berbagai jenis sesajian itu akan ditata rapi pada meja-meja yang sudah ditata rapi. Selepas salat Jum’at rombongan tamu dan warga lainnya akan menyusul memadati lokasi acara.

Pembacaan doa menjadi prosesi sebelum acara puncak berlangsung. Yang unik dari tradisi Bersih Desa Dlimas ini adalah terdapat dua jenis doa yang akan dibacakan. Doa dengan cara Hindu dan kemudian doa dengan cara Islam.

Sesaat setelah doa dipanjatkan, warga yang hadir pun akan berebut makanan yang sudah ditata rapi dilokasi acara. Namun dalam perkembangannya, kini tradisi berebut makanan telah dihilangkan karena banyak kejadian yang tidak diinginkan terjadi seperti hilangnya perlengkapan seperti wadah makanan dan sesaji milik warga.
Kini sesaat setelah didoakan, makanan-makanan itu akan kembali dibawa pulang warga untuk disantap di rumah.

Selain hal itu, dalam tradisi ini juga terjadi perubahan pada jenis tari yang ditampilkan sesudah acara puncak. Tari Tayub kini telah digantikan dengan Tari Gambyong karena dianggap lebih sopan dan tidak menimbulkan kesan negatif.

Dan sesudah tari Gambyong ditampilkan maka warga dapat menikmati hiburan panggung lainnya seperti wayang orang hingga ketoprak.

Waktu dan lokasi pelaksanaan bersih desa

Bulan Suro pada tahun ini akan jatuh dikisaran bulan November. Jum’at Kliwon bulan Suro sendiri akan jatuh pada tanggal 7 November 2014 sementara Jum’at Wage jatuh pada 21 November 2014!

Untuk lokasi penyelenggaraan, Sasana Kridha Budaya, di Dusun Dlimas, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper Klaten, berlokasi di dalam perkampungan Dusun Dlimas. Dari Pabrik Gula Ceper Baru (Beringin Karangwuni di Jalan Jogja - Solo ke timur setelah rel kereta api), gapura masuk dusun ini terdapat di sisi barat pabrik. Gapura berwarna hijau dengan tinggi kurang lebih 2,5 meter itu berada di bagian utara tanah kosong di tepi jalan bagian barat pabrik atau dekat monumen kereta pengangkut tebu di sebelah barat pabrik.

Dari gapura itu, gang kampung akan menuntun jalan menuju perempatan dengan gapura di sebelah kiri bertuliskan “Bersih Desa Tanjungsari Dlimas”. Dari gapura itu, Sasana Kridha Budaya berada hanya beberapa langkah ke barat dan berlokasi di sebelah kanan jalan.

Info penting nomer telepon Kantor Kecamatan Ceper, Klaten, 0272 - 551014!

Selain Upacara Bersih Desa Tanjungsari, Kecamatan Ceper masih memiliki tradisi unik lainnya yang menarik untuk diikuti. Temukan berbagai tradisi unik tidak hanya di Kecamatan Ceper dan Kabupaten Klaten pada tautan berikut ini!

Sponsored Links

Comments

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>