Mari Berwisata! Candi Cetho: Tempat Suci Indah Pembebas Kutukan

Candi Cetho Tujuan Wisata Andalan Kabupaten Karanganyar

Kecamatan Jenawi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, masuk dalam wilayah lereng bukit Gunung Lawu. Layaknya tempat lain di kaki gunung, lokasi ini seperti mendapat anugerah dengan keindahan alamnya. Hawa sejuk dan segar serta pemandangan hijau jadi suguhan utama. Meskipun beberapa lokasi wisata harus ditempuh melalui jalanan terjal dan berkelok, Kecamatan Jenawi selalu menawarkan kejutan begitu wisatawan mampu mencapai lokasi tujuan.

Salah satu lokasi tujuan wisata paling terkenal yang dimiliki Kecamatan Jenawi adalah Candi Cetho yang terletak di atas bukit Dusun Cetho, Desa Gumeng, di ketinggian 1496 meter dpl. Situs bersejarah di akhir masa kejayaan Majapahit ini seperti halnya sekarung hadiah yang dijanjikan bagi mereka yang sanggup menggapai puncak bukit Desa Gumeng.

Bagaimana tidak, lokasi candi ini seperti berada di atas bukit dengan jalan yang sangat menanjak layaknya rintangan yang harus dilalui wisatawan sebelum mendapatkan yang mereka inginkan. Jalanan semakin menanjak begitu wisatawan semakin mendekati lokasi wisata dan tak jarang juga banyak kendaraan pengunjung baik motor atau mobil macet karena tidak kuat mendaki tanjakan curam tepat di bibir pintu masuk candi.

Usaha mendaki tanjakan menuju candi seketika akan terbayar begitu wisatawan menginjakan kaki di situs bersejarah itu. Hamparan peninggalan leluhur yang indah dan tertata rapi layaknya taman di area ekskavasi sepanjang 190 meter dan lebar 30 meter menjadi hadiah bagi mereka yang berhasil menggapainya.

Candi Cetho Bangunan Candi Punden Berundak Karanganyar

Memang candi yang ditafsir dibangun pada tahun 1475 M itu mirip layaknya taman yang berteras dan semakin meninggi ke arah puncak. Terdapat 13 teras bersusun yang semakin meninggi ke arah puncak menghadap ke barat. Dari ke 13 teras tadi pemugaran hanya dilakukan pada sembilan teras saja dengan beraneka ragam peninggalan terletak pada tiap teras.

Pada tahun 1975 - 1976 situs bersejarah Candi Cetho dipugar oleh Sudjono Humardani dengan dasar perkiraan tetapi tidak meninjau pada kondisi asli situs candi. Hal ini jelas memunculkan banyak kritikan meskipun konsep punden berundak masih dipertahankan. Hasil pemugaran yang dilakukan oleh Sudjono Humardani antara lain adalah gapura-gapura di pintu masuk, bangunan pertapaan dari kayu, patung-patung termasuk phallus, dan bangunan utama menyerupai piramida pada bagian puncak.

Candi Cetho Bangunan Utama Pemugaran Sudjono Humardani

Peninggalan yang paling menonjol di situs candi ini adalah temuan prasasti dan juga tatanan batu mendatar pada teras ke VII dan III. Tafsir dari prasasti memberikan informasi tentang tahun pendirian dan fungsi candi yaitu didirikan pada tahun 1397 Saka atau 1475 M sebagai tempat peruwatan atau tepat pembebas dari kutukan.

Candi Cetho Tatanan Batu Garuda Phallus Vagina

Hal itu semakin jelas dari tafsir tatanan batu mendatar yang membentuk Garuda yang membentangkan sayap. Pada bagian atas tatanan batu itu diketemukan simbol phallus yang menyentuh simbol vagina yang ditafsirkan sebagai labang penciptaan atau kelahiran setelah kebebasan dari kutukan.

Candi Cetho Relief Cuplikan Kisah Samudramanthana Garudeya

Temuan lain yang semakin menguatkan fungsi candi adalah relief yang menceritakan mitologi Samudramanthana dan Garudeya, relief yang juga ditemukan di Candi Sukuh. Kedua relief tersebut menceritakan kisah pembebasan Winata oleh Garudeya yang diperbudak Kardu.

Candi Cetho adalah lokasi tujuan wisata andalan Kabupaten Karanganyar. Meskipun selalu ramai dikunjungi wisatawan di akhir pekan, wisatawan tetap diminta menjaga ketertiban saat berada di kompleks wisata budaya ini karena candi ini juga digunakan sebagai lokasi pemujaan oleh warga sekitar yang beragama Hindu dan juga mereka yang menganut Kejawen.

Saat mengunjungi Candi Cetho, wisatawan tidak hanya akan mendapati suasana nyaman, indah, dan udara sejuk segar tetapi juga pemandangan indah cari puncak bukit dan hutan-hutan di sekitar kompleks candi. Bonus lain adalah Puri Taman Saraswati dan Candi Kethek yang dapat dikunjungi sekaligus karena lokasi yang hanya terpisah jarak kurang lebih 300 meter.

Candi Cetho Dikelilingi Hamparan Kebun Teh Kemuning

Tidak hanya kondisi di lokasi wisata budaya Candi Cetho saja yang indah. Mengunjungi candi ini berarti wisatawan akan melintasi kawasan Kebun Teh Kemuning. Selama di perjalanan itu pula wisatawan akan disuguhi tontonan indah, hijau yang terbentang luas.

Untuk urusan tiket pengunjung tidak perlu bingung karena kawasan wisata di Kecamatan Jenawi adalah kawasan wisata murah dengan tiket masuk tidak lebih dari Rp 3.000. Murah bukan? Apa lagi yang anda tunggu sekarang. Mari berwisata!

Sponsored Links

About Wawan Surajah

Memulai dari berita yang kecil, yang bisa menggelitik ketertarikan orang.

Speak Your Mind

*

Tweet