Mari Berwisata! Mengunjungi Candi Sukuh, Candi Eksotis Menyerupai Piramid Di Meksiko Dan Peru

Bangunan Utama Piramid Candi Sukuh Ngargoyoso Karanganyar

Candi Sukuh terletak di sebuah dusun bernama Sukuh yang berada dalam kawasan Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kawasan candi ini berada di daerah kaki Gunung Lawu tepatnya di ketinggian kurang lebih 910 meter dpl.

Candi yang ditemukan oleh Johnson, Residen Surakarta, pada tahun 1815 ini adalah salah satu objek wisata sejarah andalan yang dimiliki Kabupaten Karanganyar. Karena terkenalnya, kota dan kabupaten disekitar Karanganyar bahkan termasuk Provinsi Jawa Tengah ikut merasakan manfaat atas keberadaan candi ini. Karena itu, candi ini selalu masuk dalam daftar utama tempat yang wajib dikunjungi di paket-paket wisata Solo Raya.

Candi yang menempati kompleks area seluas 5.500 m² ini terbagi dalam tiga teras yang tersusun dari pintu masuk (teras paling bawah) hingga bangunan utama di teras paling atas. Dan jika kita melihat bangunan utamanya, Candi Sukuh sebenarnya tidak lebih besar dari candi-candi besar Indonesia yang sudah begitu luas dikenal masyarakat. Bahkan bisa dibilang bangunan utama candi ini berukuran cukup kecil.

Lalu apa yang membuat candi ini begitu terkenal hingga harus dikunjungi? Setidaknya ada tiga keistimewaan Candi Sukuh yaitu pada bangunan, relief dan arca, serta letak kompleks candi.

Candi Sukuh Ngargoyoso Karanganyar Dilihat Dari Samping

Candi yang dibangun pada abad 15 (Kerajaan Majapahit) ini termasuk dalam kategori bangunan Hindu - Jawa. Begitu banyak wisatawan yang datang ke tempat ini selalu beranggapan bahwa candi ini memiliki bangunan utama yang mirip dengan bangunan piramid di Meksiko atau Peru milik Suku Maya dan Suku Inca.

Bangunan utama candi ini memang berbeda dengan bangunan candi-candi Hindu yang ada di Indonesia. Bangunan di sini memiliki bentuk trapesium, bentuk umum yang lebih menyerupai bangunan piramid tanpa puncak, hingga banyak yang menyebut candi ini menyalahi pola bangunan candi Hindu.

Tetapi memang begitu adanya. Candi ini memang menyimpang dari arsitektur candi yang terdapat dalam buku pedoman Wastu Widya. Namun bukan tanpa sebab hal itu terjadi, peneliti percaya hal itu disebabkan karena candi ini dibangun bersamaan dengan melemahnya pengaruh Hindu di Jawa. Dampak kemungkinan dari kejadian itu kemudian memunculkan kembali budaya lokal dari zaman Megalitikum ke dalam tata kehidupan masyarakat sehingga arsitektur zaman prasejarah itu ikut terbawa dalam bangunan candi.

Candi Sukuh Relief Bertemakan Seksualitas Ngargoyoso Karanganyar

Hal kedua yang membuat candi ini istimewa dan berbeda dari candi Hindu lainnya adalah relief dan arca candi. Eksotis adalah istilah yang paling banyak digunakan untuk menggambarkan candi ini. Cerita yang dapat dibaca dari relief-relief di candi ini adalah tentang kehidupan sebelum lahir dan juga seksualitas. Karena itu di kompleks candi ini begitu mudah kita menemukan lingga dan yoni berbentuk kelamin manusia baik pria dan wanita.

Candi Sukuh Relief Candi Ngargoyoso Kabupaten-karanganyar

Lingga dan yoni di dalam kompleks candi ini dapat ditemukan dengan mudah baik yang berupa simbolik atau secara natural atau nyata digambarkan apa adanya. Misalnya relief kelamin wanita hingga rahim yang memunculkan pahatan tentang kebaikan dan keburukan hingga relief atau arca pria yang sedang memegang kelaminnya.

Candi Sukuh Arca Tanpa Kepala Ngargoyoso Karanganyar

Selain relief yang eksotis di kompleks candi ini juga terdapat hal unik lainnya yaitu arca-arca tanpa kepala yang terdapat di depan bangunan utama. Penjelasan atas hilangnya kepala-kepala arca ini dimungkinkan karena pengaruh Islam yang mulai masuk ke Jawa. Banyak arca yang dijatuhkan saat candi ini diketemukan oleh Johnson begitu juga banyak kepala arca yang dipenggal saat itu.

Keistimewaan terakhir dari candi ini adalah lokasi area kompleks candi yang berada jauh di atas dataran rendah. Berada di ketinggian 910 meter dpl membuat kondisi area candi sangat sejuk dan terasing dari keramaian kota. Tidak jarang kabut tebal yang turun dari gunung menutupi kawasan candi yang berada di lereng sebelah barat laut dari Gunung Lawu itu membuat suasana candi makin eksotis.

Mengunjungi Candi Sukuh dari Kota Solo akan sangat mudah dilakukan dengan mengendarai kendaraan bermotor sewa atau pribadi. Waktu tempuh dari Kota Solo menuju candi kurang lebih sekitar 60 menit saja dengan kondisi jalan yang baik namun agak menanjak saat semakin dekat dengan candi.

Jika anda ingin mencapainya dengan kendaraan umum maka anda harus siap berganti-ganti kendaraan dari bus, angkot, kemudian ojek untuk mengantar anda hingga candi. Untuk biaya masuk kompleks candi wisatawan hanya akan diminta membayar tiket sebesar Rp 2.500 dan tiket memasuki kawasan wisata ngargoyoso sebesar Rp 1.000 saja.

Candi Sukuh Relief Dan Arca Ngargoyoso Karanganyar

Mengunjungi Candi Sukuh di Kecamatan Ngargoyoso berarti anda akan mendapatkan paket menarik dari sebuah lokasi. Berwisata ke kawasan Ngargoyoso menguntungkan karena di sini terdapat juga lokasi wisata lain baik wisata alam atau sejarah yang jaraknya tidak berjauhan. Dari candi ini anda dapat dengan mudah mengunjungi Kebun Teh Kemuning atau Candi Cetho yang tak kalah eksotis dengan jarak tempuh yang sangat dekat.

Menarik bukan? Karena itu berwisata ke candi ini jadi top Solo things to do saat anda berwisata ke Kota Solo. Jadi kenapa tidak sekarang saja anda memulai rencana wisata Kota Solo. Mari Berwisata!

Sponsored Links

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>