Taman Putri-Putri Raja Penguasa Istana Mangkunegaran

Berbicara tentang situs peninggalan yang masih lestari dari Istana Mangkunegaran tak lain kita akan membicarakan Istana Mangkunegaran yang terletak tepat di tengah pusat Kota Solo. Namun, selain di lokasi tersebut terdapat pula situs peninggalan lain yang terdiri dari dua situs bersejarah yang terletak dalam satu lokasi di sisi utara Kota Surakarta. Lokasi ini sekarang telah direvitalisasi dan dijadikan taman kota atau hutan kota dan menyandang nama Taman Balekambang.

Taman Balekambang adalah taman seluas 9,8 hektar yang terdiri dari hamparan taman yang luas dengan beberapa koleksi tanaman langka seperti Beringin Putih atau Beringin Sungsang serta beberapa satwa seperti Rusa Jawa, angsa, burung merpati, reptil, serta monyet dan masih banyak lainnya. Selain taman, di dalam Taman Balekambang juga terdapat fasilitas umum seperti gedung pertunjukan dan panggung terbuka yang rutin digunakan untuk menggelar pertunjukan seperti wayang orang dan sendratari. Karena itu, taman ini tidak hanya difungsikan sebagai hutan kota tetapi juga sebagai pusat kesenian dan kebudayaan.

Setiap harinya taman ini selalu saja dikunjungi warga yang ingin bersantai atau bermain. Suasana tenang dan sejuk begitu terasa hampir di seluruh area ini. Rimbunnya pohon hampir menutupi seluruh area taman yang direvitalisasi sejak tahun 2008 ini.

Selain suasana sejuk, kegembiraan juga dapat diperoleh saat bersantai di taman ini karena kolam yang terdapat di taman dimanfaatkan sebagai arena bermain kapal-kapalan dan juga untuk memelihara ikan mas. Di sisi barat juga terdapat kebun binatang mini yang mengoleksi beberapa satwa seperti kadal dan ular, burung, dan beberapa monyet. Sementara itu, di sisi timur taman ini sebuah kandang besar dengan pagar bambu dibangun untuk sembilan Rusa Jawa yang menjadi koleksi Taman Balekambang.

Bagi mereka yang ingin berjalan-jalan di dalam taman ini, jalan-jalan setapak telah dibangun dengan jalur mengitari taman. Di beberapa titik tepat di pinggiran jalan setapak terdapat kursi-kursi taman yang disediakan untuk pengunjung. Selain itu terdapat pula beberapa kursi taman yang diletakan tepat di bawah pohon-pohon besar yang rimbun. Akses masuk taman ini begitu mudah. Pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk dalam taman ini. Mereka hanya diminta untuk membayar jasa parkir motor atau mobil yang berada di depan pintu masuk.

Taman ini sendiri adalah peninggalan dari penguasa Istana Mangkunegara kepada putri-putrinya. Karena rasa sayang terhadap kedua putrinya ini, Mangkunegaran VII, pada tahun 1921 membangun dua taman yang terletak dalam satu lokasi. Kedua taman itu dahulunya bernama Partini Tuin yang berarti Taman Air Partini dan Partinah Bosch yang berarti Hutan Partinah.

Partini Tuin sendiri terletak di sisi barat Taman Balekambang. Partini yang bernama lengkap GRAY Partini Husein Djayaningrat adalah putri tertua dari Mangkunegaran VII. Partini Tuin adalah sebuah kolam besar yang sebenarnya dipergunakan untuk tempat penampungan air sekaligus arena bermain perahu. Di sisi barat kolam terdapat sebuah bangunan yang mirip seperti dermaga dengan anak tangga yang digunakan sebagai akses naik turun dari bangunan ke air.

Konon, nama Balekambang sendiri berasal dari bangunan ini yang jika dilihat dari jauh seperti bale (rumah) yang kambang atau ngambang (terapung). Selain bangunan Balekambang, penanda taman air ini adalah sebuah patung yang ditempatkan tepat di tengah-tengah kolam dan patung inilah sosok Partini.

Sementara itu Partinah Bosch adalah taman hutan yang terletak di sisi timur. Partinah sendiri bernama lengkap GRAY Partinah Sukanta dan seperti yang ada pada Partini Tuin, di dalam taman hutan juga terdapat patung Partinah yang diletakan tepat di atas air mancur yang dibangun tepat di tengah taman dan di bawah pohon-pohon besar koleksi taman.

Pada masa setelah dibangunnya, taman ini tertutup bagi masyarakat umum. Hingga pada masa pemerintahan Mangkunegaran VIII taman ini akhirnya dibuka untuk umum dan mulai dijadikan pusat seni dan budaya. Taman Balekambang sendiri dibuka untuk umum setiap harinya dari pagi hingga menjelang malam. Lokasi ini juga rutin digunakan untuk menggelar Sendratari Ramayana yang biasa digelar tiap malam Sabtu yang bertepatan atau terdekat dengan bulan purnama tiap bulannya.

Two of the existing monarchies in Indonesia are placed in Solo. They are the Mangkunegaran Palace and Surakarta Sunanate. Both Surakarta and Mangkunegaran are Javanese monarchy and both monarchies own great historical sites that spread all offer the region.

One of the best sites that you could find is the Taman Balekambang (or Balekambang Garden). The garden is included into one of historical sites in Solo Surakarta because formerly it belongs to King Mangkunegaran VII.

Before 2007, the King’s garden was like an abandoned garden until it was revitalized by the city government. Afterward, it’s turned into beautiful urban forest where people could use it as a public space.

Balekambang Garden was built in a 9.8 hectare area and divided into two garden areas, Partini Tuin and Partinah Bosch. Both names derived from the King’s intention in building the garden.

GRAY Partini Husein Djayaningrat and GRAY Partinah Sukanta were the lovely daughters of King Mangkunegaran VII. In order to show his love to his daughters, the King built two gardens in one area and named it with his daughters’ names.

The Partini Tuin is located in the west side of the garden. In this side, we could see a giant pond which is used to keep fishes (originally used as city reservoir). A dock like building was built at the west side of the pond. It has firm steps that connect the building and the pond. And if we look it from distance, it looks like a floating building.

Reputedly, the name of Balekambang derived from this floating building. The word Balekambang is formed from Javanese words “bale” and “kambang”. “Bale” literary means building and “kambang” could be translated into floating (a floating building). A statue of her could also be seen in the middle of the pond. This statue was built to honor the oldest King Mangkunegaran VII’s daughter, GRAY Partini Husein Djayaningrat.

The east side of the garden is the area of Partinah Bosch. This area consists of a spacious garden with collection of rare plants and animal. Rare plants from Banyan tree species could be found in this garden. While for the animal, you could find nine Javan Deer are kept in the east side of the garden.

Footpaths and lawn chairs are built and placed surrounding the area. Grasses are planted at the open spaces under the giant threes. That makes this garden a best place to refresh whenever you want. And like the Partini Tuin, a figure of GRAY Partinah Sukanta can be seen from a statue above the fountain that locates in the middle of the garden.

After the revitalization in 2007, Balekambang has new buildings that are used as opera house. There are an open stage and opera house. The open stage of Balekambang is used to held Ramayana ballet or Ramayana dance-drama show (every full moon). And, the opera house is used to held traditional puppet performance (every Saturday night).

The Balekambang Garden is located at the north of Manahan Stadium. The address is 1 Balekambang Street, Manahan, Surakarta. Or you could find it by using the map bellow.

Sponsored Links

Trackbacks

  1. [...] Taman Balekambang ternyata tidak hanya menyimpan kerindangan hutan kota atau keramaian Sendratari Ramayana yang rutin digelar tiap malam bulan purnama saja. Di kompleks hutan kota ini juga berdiri sebuah gedung pertunjukan yang difungsikan sebagai tempat berlangsungnya salah satu seni pertunjukan tradisional Jawa yaitu ketoprak. [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>