Selain tradisi Padusan Cokro, terdapat juga tradisi serupa yang digelar di wilayah Kabupaten Boyolali tepatnya di objek wisata Umbul Pengging, Banyudonom, Boyolali, dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Tradisi Padusan Pengging begitu warga sering menyebutnya yang sering dirangkai dalam sebuah kegiatan budaya dalam bentuk Grebeg Padusan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali.
Tradisi menjelang bulan puasa di objek wisata yang memiliki sebutan lengkap Umbul Tirta Marta Pengging ini, seperti di objek wisata lainnya, selalu dibanjiri ribuan pengunjung saat tiba waktunya menjalankan ritual Padusan. Hanya saja, di lokasi wisata ini ritual Padusan tampak lebih meriah karena dirangkai dalam Grebeg Padusan Sepekan yang penuh dengan lomba dan hiburan budaya.
Grebeg Padusan Pengging biasa digelar sejak H - 7 dari hari jatuhnya ritual Padusan atau bersih diri, hari terakhir di bulan Ruwah. Berbagai lomba yang melibatkan warga masyarakat sekitar Umbul Pengging biasa digelar di saat itu. Seperti lomba mewarnai anak, lomba senam aerobik, festival band, gelar budaya seperti pertunjukan reog, dan juga kirab budaya Grebeg Padusan.
Dalam setiap pelaksanaannya, masyarakat yang menyerbu lokasi wisata air ini bisa membengkak jauh dari pengunjung di saat hari biasa. Bahkan, tercatat beberapa kali penyelenggaraan kawasan wisata Umbul Pengging dibanjiri hingga 10.000 pengunjung dalam beberapa hari penyelenggaraan Grebeg Padusan.
Sebagai catatan, tiket masuk kawasan wisata di saat seperti ini akan dinaikkan oleh pengelola. Namun pengunjung tidak perlu takut karena kawasan wisata air di kawasan timur Kabupaten Boyolali termasuk wisata dengan harga murah dan bersahabat.
Tradisi Padusan Pengging dipercaya sudah ada sejak tahun 1800-an. Pembukaan tradisi Padusan Pengging biasa dilaksanakan bersamaan dengan kirab budaya. Di antara peserta kirab biasanya akan turut di antara rombongan Mas dan Mbak Boyolali yang akan menjadi pasangan simbolis yang dimandikan pertama kali di salah satu sumber air di Umbul Pengging.
Di dalam kawasan wisata ini sendiri terdapat tiga kolam sumber air. Dua diantaranya untuk pengunjung dewasa dan satu untuk anak-anak. Itu belum termasuk kolam renang dan juga panggung hiburan serta tempat makan serta fasilitas lain untuk menunjang kawasan wisata air yang berjarak kurang lebih 15 km dari kota Solo itu.
Ritual Padusan di Umbul Penggin biasa digelar selama dua hari sejak H - 2 hari pertama ibadah puasa seperti yang berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya. Jika mengacu pada hitungan tersebut maka ritual Padusan Pengging dapat diikuti sejak tanggal 7 hingga 8 Juli 2013!
Info penting nomer telepon Kantor Kecamatan Banyudono, Boyolali, 0271 - 784180!
Selain tradisi Padusan yang sangat terkenal di Kabupaten Boyolali. Kawasan penghasil susu sapi ini juga terkenal dengan beberapa tradisi lain seperti tradisi Sadranan di Cepogo yang digelar untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Selain tradisi-tradisi tersebut kabupaten ini juga masih memiliki potensi budaya dalam bentuk upacara lainnya. Temukan hal-hal menarik tersebut pada tautan berikut ini!
[…] 18. Tradisi Padusan Cokro Tulung di Klaten dan Padusan Pengging di Boyolali […]