Tradisi menjelang puasa di bulan Ramadan oleh orang Jawa biasanya tidak sekedar disambut dengan tradisi Sadranan atau ziarah ke kamak leluhur saja. Salah satu tradisi yang digandrungi dan selalu dapat ditebak keramaiannya adalah tradisi Padusan.
Di wilayah Solo Raya terdapat beberapa lokasi yang menjadi favorit bagi warga untuk menjalankan tradisi ini. Salah satu yang paling ramai adalah ritual Padusan di Umbul Ingas atau Umbul Cokro Tulung di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Klaten.
Yah, objek wisata air yang kini telah disulap menjadi objek mata air Cokro (OMAC) itu selalu menjadi tujuan utama bagi warga untuk menjalankan ritual membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Entah dari mana atau siapa yang mengawali tradisi bersih-bersih ini, namun yang jelas Padusan Cokro Tulung telah menjadi salah satu objek wisata air sekaligus budaya andalan Kabupaten Klaten.
Daya tarik objek mata air Cokro memang tidak dapat dipungkiri telah menjadi daya tarik wisatawan sejak zaman dulu. Hal itu terbukti dari kedatangan ribuan warga dari berbagai kawasan di Solo Raya di setiap hari dimana tradisi itu digelar. Tidak hanya menyuguhkan sajian berupa mata air yang segar dan jernih, namun di saat itu hiburan tambahan juga selalu disuguhkan oleh panitia.
Lalu kapan tradisi Padusan Cokro Tulung digelar?
Tidak susah menemukan jawabannya karena Padusan selalu dilaksankan sehari sebelum puasa hari pertama di bulan Ramadan dijalankan. Tidak hanya di Cokro Tulung saja, di hari itu hampir seluruh lokasi wisata air di kawasan Solo Raya akan selalu dibanjiri ribuan pengunjung. Sebut saja Grojogan Sewu, air terjun Jumog, Umbul Pengging, atau kolam renang bahkan hingga kawasan wisata pantai seperti Parangtritis di Jogja.
Khusus Padusan Cokro Tulung biasanya selalu dibuka oleh Bupati Klaten dengan prosesi simbolis yaitu memandikan pasangan Mas dan Mbak Klaten. Pasangan tersebut biasanya mengenakan pakaian adat Jawa dan akan dimandikan dengan air kembang.
Hiburan berupa pertunjukan seni dan musik juga tak lupa selalu disiapkan untuk meramaikan tradisi Padusan Cokro Tulung. Meskipun tarif masuk objek wisata ini telah dinaikan seiring dengan dirombaknya menjadi OMAC, namun pengunjung tidak pernah sepi mengunjungi OMAC saat tradisi ini digelar.
Di luar kontroversi penentuan tanggal awal ibadah puasa dilaksanakan, hari terakhir di bulan Ruwah atau sehari sebelum tanggal 1 bulan Pasa pada kalender Jawa akan jatuh pada hari Senin, 8 Juli 2013!
Info penting nomer telepon Kantor Kecamatan Tulung, Klaten, 0272 - 337328!
Selain tradisi Padusan Cokro Tulung, warga di kawasan Solo Raya juga mengenal tradisi serupa di Umbul Pengging, Boyolali. Selain tradisi Padusan Cokro dan tradisi Padusan Pengging masih terdapat juga beberapa tradisi yang digelar dalam rangka menyambut bulan Ramadan di kawasan Solo Raya. Temukan upacara adat dan tradisi itu pada tautan berikut ini!

[...] Tradisi Padusan Cokro Tulung di Klaten dan Padusan Pengging di [...]