Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu wilayah administratif yang masuk dalam provinsi Jawa Tengah. Kabupaten dengan luas wilayah 466,66 km² ini tepatnya berada di bagian selatan Kota Solo. Sementara pusat pemerintahannya berjarak kurang lebih 10 km dari Kota Solo.
Membicarakan objek wisata Kabupaten Sukoharjo tidak akan terlepas dari membicarakan dua situs bersejarah penting yang menjadi cikal bakal Keraton Kasunanan Surakarta, yang hingga saat ini masih berlangsung dipimpin oleh Paku Buwana XIII. Dua situs bersejarah yang dimaksud adalah situs Kasunanan Kartasura dan Kasultanan Pajang.
Selain dua situs bersejarah tadi, kawasan wisata Sukoharjo bisa dikatakan tidak selengkap kabupaten lain di kawasan Solo Raya. Meskipun demikian, terdapat satu titik lokasi wisata di kabupaten ini yang justru sangat dicari oleh wisatawan asing yaitu desa wisata Wirun. Selain pemandangan kawasan pedesaan, desa wisata ini memiliki kawasan industri kerajinan rumah tangga seperti industri genting, gamelan, alkohol, dan juga gerabah.
Untuk wisata budaya berupa upacara adat dalam bentuk ritual misalnya, kabupaten ini memiliki beberapa prosesi adat yang rutin digelar setiap tahun dan cukup terkenal di kalangan wisatawan lokal.
Upacara adat di Kabupaten Sukoharjo itu muncul juga tidak lain karena objek bersejarah yang terdapat di lokasi tersebut. Ritual adat di Sukoharjo yang juga sering dicari sebagai upacara adat Kabupaten Sukoharjo seperti ini sering terselenggara di kawasan bersejarah seperti petilasan Keraton Kartasura atau petilasan Keraton Kasultanan Pajang dan juga beberapa lokasi bersejarah lainnya.
Kaitan erat upacara adat Sukoharjo tadi dengan lokasi bersejarah yang ada juga berpengaruh pada waktu penyelenggaraan yang biasa dihitung menggunakan cara perhitungan Jawa. Berikut adalah daftar upacara adat di Kabupaten Sukoharjo yang Chic-Id.Com susun secara urut berdasarkan perhitungan Jawa:
Setiap 1 Suro, Kirab Pusaka Jaka Tingkir di Petilasan Keraton Kasultanan Pajang
Kirab pusaka peninggalan Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya penguasa Kasultanan Pajang kini menjadi agenda rutin di petilasan Keraton Kasultanan Pajang yang dapat disaksikan setiap 1 Suro malam. Kirab pusaka dalam rangka menyambut tahun baru Jawa atau juga tahun baru Islam ini juga dikenal dengan prosesi sebar udik-udik berupa uang dan kacang-kacangan oleh sosok Dewi Sri dari atas tandu saat berlangsungnya kirab.
Minggu Terakhir Bulan Suro, Ritual Adat Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak
Ritual adat pulung langse atau penggantian kain penutup makam Ki Ageng Balak ini rutin digelar setiap hari Minggu terakhir di bulan Suro. Prosesi yang sangat terkenal dalam upacara adat ini adalah prosesi penggantian kain yang diawali dengan kirab nasi kenduri dan sesajian dan juga tradisi meminta sobekan kain penutup makam yang lama.
Mendekati hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebuah kegiatan budaya rutin digelar di Petilasan Keraton Kasultanan Pajang. Kegiatan berupa kirab budaya ini digelar untuk memperingati hari besar agama Islam tersebut. Yang khas dalam kegiatan ini adalah adanya gunungan ketela Pajang yang pada jaman dahulu adalah komoditas terkenal di kawasan ini.


budaya yang sudah menjadi tradisi semoga tetap langgeng