Upacara Adat Di Kabupaten Boyolali

Upacara Adat di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah

Kabupaten Boyolali, sebuah kawasan pemerintahan yang terletak di jalur ramai penghubung Solo Raya dan ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Kawasan yang terkenal sebagai kawasan penghasil buah pepaya dan susu sapi ini merupakan kawasan subur yang terletak di lereng Gunung Merapi (2.698 m)dan Gunung Merbabu (3.145 m).

Secara administratif Kabupaten Boyolali terbagi menjadi 19 kecamatan dengan 267 kelurahan. Dari 19 kecamatan itu, Boyolali memiliki kekayaan yang beraneka ragam terutama kekayaan budaya dan wisata. Sebagai contoh beberapa kecamatan yang berada di sisi barat, Ampel, Cepogo, Musuk, dan Selo, atau sisi yang berada di kawasan pegunungan. Kawasan ini memiliki pemandangan pegunungan dan agro-wisata yang sangat memikat bagi wisatawan.

Potensi wisata Kabupaten Boyolali yang berbeda dapat ditemukan di wilayah timur dengan ciri dataran rendah. Objek wisata mata air yang sangat terkenal bagi wisatawan lokal seperti Umbul Tlatar dan Umbul Pengging menjadi pilihan utama wisata Boyolali. Belum juga terhitung empat waduk yang berada dalam wilayah Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, waduk Badhe, Cengklik, Kedung Ombo, dan Sidorejo.

Selain objek wisata alam yang memang menjadi andalam utama Boyolali, kawasan ini juga terkenal memiliki tradisi berupa upacara adat yang sangat terkenal karena berlangsung di kawasan-kawasan yang bersejarah dan asri. Upacara adat Boyolali yang terkenal dan sekaligus menjadi objek wisata Boyolali dalam bentuk budaya itu masing-masing berada di kawasan sumber air Pengging, kawasan pegunungan Cepogo, Ampel, serta Selo.

Upacara adat di Kabupaten Boyolali dalam artikel ini telah disusun berdasarkan waktu penyelenggaraannya yang dihitung menggunakan perhitungan Jawa dari awal bulan Suro hingga akhir bulan Besar. Berikut secara lengkap upacara adat Kabupten Boyolali:

Malam 1 Suro, Upacara Sedekah Gunung di Kawasan Selo

Upacara adat sebagai ucap syukur atas kesuburan yang diterima petani ini sangat khas dengan sesaji kepala kerbau yang dilabuh di atas Gunung Merapi tepatnya di kawah gunung.

Jum’at Kliwon Minggu Keempat Bulan Suro, Upacara Buka Luwur Makam Ki Ageng Pantaran di Kawasan Ampel

Tradisi ini digelar sebagai peringatan jasa Syeh Maulana Malik Maghribi yang menyebarkan agama di kawasan Pantaran bersama Ki Ageng Pantaran. Prosesi yang terkenal dalam upacara adat ini adalah prosesi penggantian kain penutup makam dan juga prosesi membagi makanan dalam tenong saat berlangsungnya prosesi.

Setiap Hari Jum’at Pertengahan Bulan Sapar, Upacara Saparan atau Gunungan Apem Kukus Keong Mas di Kawasan Pengging

Bertempat di depan Masjid Cipto Mulyo di tengah kawasan wisata mata air Pengging, Banyudono, puncak tradisi berebut gunungan ribuan apem kukus rutin digelar di pertengahan bulan Sapar.

16 Ruwah, Tradisi Sadranan di Kawasan Cepogo

Tepat pada tanggal 16 bulan Ruwah, beberapa makam di Desa Sukobumi, Cepogo, selalu ramai dipadati peziarah. Peziarah datang untuk mendoakan leluhur di bulan sebelum menunaikan ibadah puasa. Tradisi ziarah inilah yang dikenal masyarakat sebagai tradisi sadranan. Warga lokal juga berdatangan ke kompleks pemakaman dengan mengusung tenong-tenong berisi makanan yang pada akhirnya akan dibagikan kepada pengunjung yang memadati makam.

Hari Terakhir Bulan Ruwah, Ritual Padusan di Umbul Pengging dan Umbul Tlatar

“Adus” atau mandi dalam Bahasa Indonesia adalah proses membersihkan diri dengan air. Tradisi Padusan berarti membersihkan diri dengan air dan biasa dilakukan di lokasi wisata air termasuk Umbul Pengging. Dengan menjalankan ritual ini, warga percaya mereka membersihkan diri mereka sebelum melakoni ibadah puasa di bulan Pasa atau Ramadan.

Tanggal 8 Bulan Syawal, Tradisi Kirab Sapi Syawalan Di Desa Sruni, Musuk

Warga Desa Sruni, Musuk, Boyolali, yang banyak bekerja sebagai peternak sapi memiliki tradisi unik dalam merayakan Lebaran Syawal. Mereka biasa menggembalakan sapi dan ternak lain secara massal setelah menggelar kendurian ketupat. Sebelum dibawa berkeliling desa, sapi-sapi tadi juga diberi makan ketupat dan juga dandanan berupa kalung ketupat dan juga minyak wangi.

Selain upacara adat di Kabupaten Boyolali, terdapat juga berbagai upacara adat di kawasan Solo Raya lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Temukan berbagai upacara adat menarik itu pada tautan berikut ini!

Sponsored Links

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>